Traveling Tulisan Yang Menang Lomba/GA

Perjalanan Ke Pulau Dewata

Berbicara tentang travelling itu memang nggak ada habisnya, dan pasti di setiap perjalanan ada saja kesan-kesan yang tak akan terlupakan dalam ingatan kita.

Aku sendiri jarang melakukan perjalanan ke suatu tempat *biasa emak rumahan hihi lebih nyaman di rumah daripada di tempat baru, jadi masih bisa dihitung dengan jari sih pengalaman jalan-jalanku selama ini. Melakukan perjalanan jauh apalagi sendirian buatku itu sungguh heboh banget. Jadinya perjalananku yang paling heboh dan bikin deg-deg an itu sebenarnya adalah perjalanan nekatku ke Pare, Kediri untuk bertemu dengan putriku yang ikut Porprov cabor wushu di sana. Cerita perjalanan ini pernah kutulis di : #Blonek Perjalanan Nekat menemui Anak Tercinta

Tapi kalau ditanya perjalanan yang paling mengesankan buatku adalah perjalananku ke Pulau Dewata, Bali. Dulu sehabis menikah aku dan suami pernah membicarakan liburan bulan madu, atau istilah kerennya “honeymoon” ke Bali. Tetapi akhirnya nggak jadi karena mengingat “budget” yang mesti dikeluarkan saat itu. Memang sih, rencana itu kalau diteruskan masih bisa terlaksana, tetapi kami memilih berbulan madu di rumah saja dengan cara “bersih-bersih rumah.” Kalau pengantin baru biasanya bersenang-senang pergi ke tempat yang indah-indah di Indonesia, atau bahkan liburan ke luar negeri. Kami berdua kerja bakti membersihkan rumah, tetap romantis kok dan hemat biaya hehe..

Aku sendiri sih nggak terlalu memusingkan tentang pergi ke Bali itu, tetapi suamiku ternyata masih kepikiran. Bukan apa-apa sih, cuma dia ingin menyenangkanku saja dengan pergi ke Pulau Dewata itu. Suamiku pernah beberapa kali ke sana, tapi aku sekalipun belum pernah. Dan akhirnyaaaaaa setelah 12 tahun pernikahan kami dan umurku hampir kepala 4, kami bisa “honeymoon” ke Bali pada bulan April 2011, tetapi bukan berdua melainkan berlima dengan 3 anak kami. Buatku yang baru pertama kali berkunjung ke Bali, inilah pengalaman jalan-jalan yang buatku sangat berkesan. Dan bisa pergi bareng-bareng dengan ke 3 anak kami itu buatku jauh lebih menggembirakan *secara aku tidak pernah tega ninggalin anak-anak untuk pergi hanya berdua suami, biasalah beginilah emak yang nggak tegaan jadi kalau jalan-jalan maunya serombongan ajaaa hihi.. 🙂

Dan inilah pengalaman jalan-jalan yang buatku sangat berkesan itu…

Dengan mengandalkan GPS suamiku mengendarai sendiri mobil ke Bali. Berangkat dari Jember sekitar jam 4 pagi dan sampai Bali sekitar jam 2 siang. Tentu saja dengan beberapa kali nyasar dan sering berhenti minta petunjuk jalan dari orang-orang di sana. Yang kami ingat juga, saat GPS menunjukkan jalan ke suatu arah, kami malah berkali-kali ambil jalan lain. Apa yang terjadi, suara di GPS itu terlihat emosi dan berbicara dengan nada tinggi. Kami yang ada di mobil itu terkejut tapi serentak kemudian tertawa bersama, GPS nya marah kata anakku hihihi.. Dan inilah pertama kalinya aku dan anak-anak naik kapal, tentu ini menjadi pengalaman pertama buat kami yang mengesankan. Memandang pemandangan dari dalam kapal menimbulkan sensasi tersendiri ternyata 🙂

 

Pergi ke Tanjung Benoa

Tiba pertama kali kami menyempatkan pergi ke Pantai Kuta karena dekat tempat kami menginap. Tetapi saat itu siang hari masih panas terik dan di pasir banyak sampah bertebaran, akhirnya kami kembali ke penginapan. Esoknya kami pergi ke Tanjung Benoa. Di sana memang terkenal dengan permainan airnya,tapi kami hanya mencoba banana boat dan parasailing serta naik perahu motor ke Pulau Penyu.

Sebetulnya aku enggan juga mencoba parasailing, ih suami merayu-rayu, ayo coba sekali aja, katanya. Yah akhirnya dengan amat terpaksa, aku mencoba juga parasailing itu. Dan bukannya menikmati keindahan laut dari atas, aku malah sibuk berdoa saat tubuhku “terbang” di atas sana. Hiiyy takut banget deh, apalagi saat tubuhku seharusnya sudah perlahan-lahan mendarat, eh kok nggak turun-turun yahh. Ternyata oh ternyata … aku baru ingat kalau sudah waktunya turun itu, aku harus menarik tali yang kupegang ke bawah. Cepat-cepat kutarik talinya dan akhirnya tubuhnya bisa mendarat juga di tanah *tarik napas lega, elap keringet. Fiuuhh sekali itu saja deh aku mau nyoba parasailing, nggak bakalan mau nyoba lagi, benar-benar sport jantung. Dan ternyata suamiku juga sama, nggak mau nyoba lagi hahaha.. *Tapi klo orang yang suka tantangan seperti ini, mau berkali-kali juga nggak akan kapok, malah enjoy dan menikmati  saja 🙂 Buatku ngeri banget pokoknya, apalagi saat perjalanan ke Pulau Penyu, bapak yang mengantarkan kami itu bercerita kalau ada yang naik parasailing terus terjadi kecelakaan, anginnya terlalu kencang dan orang itu nyangkut di pohon dan bagian tubuh belakangnya hancur. Haduhhh amit-amit deh huhuhu… benar-benar kami mengucap syukur berkali-kali dalam hati karena bisa mendarat dengan mulus saat itu.

 

* Suamiku lagi nyoba parasailing 🙂 *

 

Perjalanan ke Pulau Penyu ini sangat berkesan buat kami, terutama buat anak-anakku. Dari Tanjung Benoa tadi kami naik perahu motor ke Pulau Penyu, cuma sekitar 20 menit udah sampai kok. Pulau Penyu ini merupakan tempat penangkaran berbagai spesies penyu yang mulai langka, agar tidak punah. Uniknya nih, di bagian bawah perahu motor itu terbuat dari kaca bening sehingga bisa melihat keindahan dalam laut tanpa perlu menyelam. Indah banget lho, ada terumbu karang, tanaman laut, binatang laut, dan ikan yang warna – warni.

 perahu1

* Anginnya sejuk banget  🙂 *

 

Saat separuh perjalanan ke Pulau Penyu, kami diberi kantung plastik yang isinya roti, untuk makanan ikan. Wah anak-anak sampe rebutan memberi makan ikan yang ada di laut itu. Seru lho, saat roti itu dilempar ke laut, banyak ikan warna – warni yang muncul ke permukaan, berlompatan berebut roti tadi.

Tiba di Pulau Penyu, kami langsung disambut oleh penduduk lokal sebagai pemandunya, menemani melihat – lihat penyu yang ada disana. Ternyata penyu di sana banyak sekali dan dikelompokkan atau dipisahkan sendiri-sendiri berdasar besar kecilnya penyu, mulai dari bayi penyu, penyu kecil, penyu remaja sampai kepada induk penyu yang besar. Pemandunya baik banget, menerangkan bagaimana pemeliharaan penyu disana, mulai dari penyu yang bertelur, telur menetas sampai penyu dipisah-pisahkan.

 penyu dikelompokkan

* penyu dikelompokkan *

Ternyata induk penyu yang badannya besar itu umurnya ada yang hampir 100 tahun lho. Nah, jadi keingat film-film di televisi yang orangnya bisa duduk di punggung penyu raksasa he he .. Penyu ini  makanannya rumput laut, tidak menggigit. Anak-anak saling berebut  mencoba memberi makan induk penyu itu dengan rumput laut yang disediakan, meski dengan agak takut-takut karena badan penyunya besar sekali hihi 🙂

 makanan penyu

menggendong penyu * Memberi makan dan berfoto bareng si penyu *

Di Pulau Penyu ini juga banyak kios yang menjual berbagai souvenir khas Pulau Penyu, apalagi kalau bukan pernak pernik serba penyu. Ada kalung, gelang dan cincin yang semuanya berbentuk penyu yang cantik. Malah yang satu set juga ada. Selain itu ada kerajinan dari laut, seperti kerang juga.

Puas berkeliling di Pulau Penyu, kami pulang naik perahu motor yang tadi kami naiki untuk kembali ke Tanjung Benoa. Pulau Penyu ini cocok untuk liburan keluarga, apalagi buat anak-anak, karena bersifat mendidik dan menambah wawasan tentang kehidupan air dan hewan yang langka keberadaannya.

 

Pergi ke GWK, Pantai Dreamland, Tanah Lot

Di GWK banyak bagian tubuh patung yang belum selesai dan disana juga anak-anakku mencoba manicure gratis, mumpung liburan kukunya dihias-hias. Kalau sudah mau masuk sekolah, kuku kan nggak boleh dihias, kata anakku.

 

Setelah dari GWK kami menuju ke Pantai Dreamland, sebuah pantai yang sangat indah dan saat itu belum seramai Pantai Kuta dan Pantai lain di Bali. Debur ombaknya besar dan pasirnya halus banget. Anak-anakku suka bermain-main di pasirnya, membuat istana pasir nggak peduli sinar matahari yang panas menyengat tubuh. Di Pantai Dreamland ini anak-anakku susah diajak pulang, berjam-jam main pasir di sana, sampai akhirnya aku juga ikut-ikutan main pasir juga hahaha…

 

Nah kalau Tanah Lot juga indah, cuma banyak karang dan pasirnya tidak putih.

 

Pergi ke Danau Beratan

Danau di daerah Bedugul ini juga indah sekali, sayang cuaca saat itu mendung, jadi kami mengurungkan niat naik perahu di danau itu.

 

 

Sempat berfoto-foto sebentar di taman yang ada di dekat sana. Tamannya indah sekali dan anak-anakku sebenarnya pengen lebih lama di sana, sayang gerimis sudah mulai turun sehingga kami cepat-cepat pulang kembali ke penginapan.

 

 

Makan di Jimbaran dan Bebek bengil di Ubud

Kami mencoba juga makan seafood di Jimbaran. Rasa makanannya enak sih, cuma sempet kepikir juga dengan peristiwa bom Bali di tempat itu hahaha… Kami memesan kerang, udang besar dan ikan bakar saja. Nggak sempet foto makanannya, karena keburu lapar. Begitu masakan datang, langsung sudah tangan-tangan ini beraksi hehehe.. Tapi penampakan ikan bakar dan kerangnya sih mirip seperti gambar di bawah ini..

 

* Sumber gambar *

 

Nah kalau yang bebek bengil itu ada cerita tersendiri,hal yang menggelikan sebetulnya eh tapi tepatnya sih “memalukan” buatku. Nah kalau nggak salah satu porsi bebek itu di daftar menu tertulis 70. Yah entah kenapa kok aku mikirnya itu 70 dolar bukan 70 ribu. Suamiku pesan 4 porsi saat itu. Aku ngotot supaya pesan 2 porsi saja, lha uang di dompet nggak cukup kalau pesan 4 porsi. Kan ada “card” kata suami, bener juga sih tapi ya sayang kan kalau mengeluarkan uang segitu banyak untuk makan bebek bengil ini. Jadinya sambil menunggu pesanan datang, mukaku sudah cemberut saja. Nah, suamiku merasa penasaran. Kenapa sih, pikirnya? Akhirnya aku ngomong, mahal amat itu bebek, masak seporsi $70. Hahhhh? Suamiku bengong dan sedetik kemudian ketawa ngakak nggak berhenti-berhenti. Itu harganya 70 ribu bukan 70 dolar, katanya. Yaelah, aku baru sadar saat itu, dan kebayang kan malunya itu lho, muka sudah merah seperti kepiting rebus. Untung yang tahu cuma suami sama anak-anakku, jadinya sampai sekarang kalau ngomongin bebek bengil ini pasti deh aku diledekin huhuhu… O ya ternyata porsinya itu lumayan besar, seporsi cukup buat 2 orang ternyata. Jadi mestinya pesan 3 porsi saja ditambah nasi putih sudah cukup sih buat kami berlima, anak-anak masih kecil jadi makannya juga nggak banyak-banyak amat, lha yang dewasa mestinya juga nggak boleh makan banyak-banyak biar nggak kolesterol hehe.

 

bebek-bengil* Tuhh, satu porsi lumayan banyak kan? Masih ada urap-urap dan sambalnya yang bikin ngiler hihi 🙂 Gb. masakan bebek bengil ini kuambil dari bebekbengil.net *

 

Sebelum pulang kami membeli oleh-oleh khas Bali dan menyempatkan pergi ke Lovina, maksudnya sih mau naik perahu ke tengah laut dan melihat munculnya lumba-lumba, tapi karena bangunnya kesiangan nggak jadi deh liat lumba-lumbanya. Langsung pulang kembali ke Jember.

 

Perjalanan ke Bali untuk kedua kalinya kami lakukan bulan Agustus 2013 lalu, masih penasaran dengan Pantai Kuta yang belum sempat kami kunjungi. Dan ternyata kalau bersih dari sampah, Pantai Kuta dan Pantai di daerah Seminyak indah sekali apalagi saat sunset. Selain itu kami menyempatkan pergi ke Pantai Pandawa juga.

 

* Sunset di Pantai Kuta *

* Putriku nyoba kepang rambut di Pantai Kuta *

* Sunset di Seminyak *

* Pantai Pandawa, warna birunya menyejukkan hati 🙂 *

* Sehabis main pasir, santai sejenak makan jagung bakar dan degan *

 

Ini adalah beberapa oleh-oleh dari Bali yang unik dan khas yang beberapa waktu lalu kujadikan hadiah GA yang kuadakan :

* Dompet batik dan Magic Mini Sarong, postingan tentang magic mini sarong pernah kutulis di sini *

* Kain Bali dan tatakan piring-gelas *

 

Nah, itulah perjalanan kami ke Pulau Bali, sebuah perjalanan yang tak terlupakan buat kami sekeluarga. Kesan-kesan yang dapat diambil dari perjalanan ini adalah :

  1. Kebersamaan itu indah. Bisa melakukan perjalananan bersama keluarga itu adalah hal yang paling membahagiakan buatku.
  2. Hidup itu anugerah Tuhan yang patut disyukuri. Bisa melakukan perjalanan ini pulang pergi dengan selamat sungguh membuatku sangat bersyukur.
  3. Banyak tempat wisata yang indah di negeri kita tercinta ini, dan salah satunya adalah Pulau Bali, dengan banyak pantainya yang indah menawan hati.
  4. Dengan melakukan perjalanan bersama ini, bisa menjalin kebersamaan kami sekeluarga menjadi lebih erat lagi.
  5. Banyak sekali kerajinan tangan yang unik dan indah dengan harga terjangkau di Indonesia ini yang tak kalah dengan produk luar negeri.
  6. Sebuah perjalanan seberapapun sulitnya, jika kita sudah berencana dan berusaha dengan maksimal dan Tuhan mengijinkan, pastilah akan terwujud juga.

Semoga di lain waktu kami sekeluarga bisa merangkai memori indah lewat perjalanan-perjalanan yang kami lewati bersama, tentunya selama nafas kehidupan masih diberikan oleh Tuhan buat kami.

 

Tulisan ini diikutsertakan pada My Itchy Feet…Perjalananku yang tak terlupakan”

***

 

ps: Sepertinya ini adalah artikelku yang paling banyak fotonya dan lumayan panjang juga. Jadi kepengen menceritakan bagian per bagian secara lebih rinci di postingan yang berbeda. Iya sih, kalo diceritakan semua di post ini, sang juri dan penyelenggara GA bisa ketiduran karena bosen hehe..

Beberapa hari lagi sudah tahun baru, jadi sekalian saja aku ucapkan : Sahabat blogger semua, selamat tahun baru 2014 yaaa… Happy Blogging!

 

17 Comments

  1. Rini Uzegan December 27, 2013
    • Lianny December 27, 2013
  2. indah nuria savitri December 27, 2013
    • Lianny December 27, 2013
  3. Junita Siregar December 28, 2013
    • Lianny December 28, 2013
  4. Lusi December 28, 2013
    • Lianny December 28, 2013
  5. rodamemn December 29, 2013
    • Lianny December 31, 2013
  6. noe January 8, 2014
    • Lianny January 13, 2014
  7. Distributor Pulsa September 8, 2015
    • Lianny September 8, 2015
  8. Pusatpay December 5, 2015
    • Lianny December 5, 2015
  9. Kesalahan Saat Travelling January 29, 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.