Tulisan Yang Menang Lomba/GA

Ulang Tahun Terindah di Hidupku ..

Tubuhku berbaring di tempat tidur dengan lemah, kepalaku masih terasa berat dan pening, rasanya seperti dipukul oleh puluhan palu. Sudah dua hari aku sakit, diare, demam, badan lemas dan perut terasa mual. Kemarin aku juga hampir pingsan setelah muntah dua kali. Dokter cuma menyarankan agar aku beristirahat yang cukup karena radang usus besar. Setelah kemarin minum obat dokter, demamku mulai berkurang tetapi badanku masih terasa lemas.

Jam sudah menunjukkan pukul 04.30, sudah pagi rupanya. Aku berusaha bangun dari tempat tidurku, tapi kepalaku masih terasa berat sekali. Ah, aku harus bangun untuk menyiapkan sarapan untuk anak-anakku pagi ini. Ketika kakiku menjejak lantai, pandanganku mulai kabur dan rasanya seperti berputar-putar, hampir jatuh. Suamiku terbangun dan bergegas menolongku kembali ke tempat tidur, hari ini kamu istirahat saja ya, biar cepat sembuh. Biar aku yang mengurus anak2, bisiknya lembut. Aku menganggguk lemah .

 

Aku love mama

Aku love mama

Pagi itu suamiku yang menyiapkan sarapan dan segala keperluan untuk anak-anakku berangkat ke sekolah. Setelah mereka pergi ke sekolah, rumah terasa hening, begitu sunyi. Pikiranku mulai teringat akan tugas-tugas rumah tangga yang menantiku, yang biasa kukerjakan sendiri tanpa pembantu. Ah Tuhan, sembuhkanlah diriku ini. Siapa yang akan mengurus rumah kalau aku masih sakit terus? Siapa yang akan memasak , mencuci baju dan mengurus anak-anakku, kasihan mereka. Aku harus cepat sembuh, harus… harus! Aku berusaha untuk tidur kembali dan akhirnya aku terlelap dalam kesunyian.

Selamat Ulang Tahun mama

Selamat Ulang Tahun mama

Aku membuka mata ketika terdengar ribut-ribut dari dalam rumah. Ah, sudah siang rupanya, anak-anakku sudah pulang sekolah. Terdengar langkah-langkah kaki berlari memasuki kamarku, dan sedetik kemudian suami dan tiga anakku muncul di dalam kamar.
“Mama. Selamat ulang tahun ya ..!!!” semuanya berteriak serentak
Ulang tahun? Sekarang hari ulang tahunku? Aku betul-betul lupa kalau hari ini aku berulang tahun. Suamiku mencium keningku sambil mengucapkan selamat ulang tahun.

Christin, anakku yang pertama, kelas 3 sd, mencium pipiku dan menyerahkan kartu serta gambar buatannya sendiri. “Selamat Ulang tahun mama, cepet sembuh ya, biar bisa masak lagi. Christin kangen masakan mama.” ucapnya. Kemudian dia berbisik di telingaku, “Mama, tau ndak masakan Papa ndak seenak masakan mama. Eit.. tapi jangan bilang-bilang Papa ya,nanti Papa marah,” ucapnya lucu.

1collage.thumbnail

 

Kulihat gambar dan tulisan yang dibuatnya untukku, rasa haru terselip di dadaku ..

Ini tulisannya:

Happy birthday mama …
Aku sayang mama
yang selama ini menjaga dan membesarkanku
mama
aku sayang mama
terima kasih mama

Kubaca satu lagi tulisannya, yang ini membuatku tersenyum diantara rasa haruku …

 

1dscn12841

 

Halo mama
mama lucu deh
aku suka loh sama mama
aku sayang mama
mama cantik deh
ngomong-ngomong kenapa sih mama suka dikuncrit
hi hi hi giginya mama pencong dua , lucu ya ma?
Mama ini kok lucu sekali
ma, ma, ma, ma,
pokoknya aku sayang mamad eh
sayang, sayaaang
banget sama mama

buat: mama tersayang
dari : christina

Michael, anakku yang kedua, kelas 2 sd menghampiriku. “Selamat ulang tahun Mama. Cepet sembuh ya, biar bisa main catur dan ular tangga lagi. Kalau lagi main bola dan jatuh, trus luka, siapa dong yang akan mengobati kakiku? Makanya mama cepet sembuh ya ..”

kue tart mini

kue tart mini

Alicia, anakku yang ketiga, masih tk, juga menghampiriku. Dia memelukku dengan tangan-tangan mungilnya dan menciumku. “Selamat ulang tahun Mama, Mama kapan sih sembuhnya? Cia pengen ditemeni Mama belajar membaca, juga pengen denger Mama cerita lagi kalau Cia mau bobok.” Tiba-tiba dia melepas pelukannya dan berlari keluar kamar. Sedetik kemudian dia sudah muncul lagi di dalam kamarku dan membawa sebuah kue tart kecil berhias badut di atasnya. “Ini buat Mama. Sebetulnya Cia pengen beliin yang lebih besar, tapi uang tabungan Cia ndak cukup, cuma punya 18 ribu. Jadi cuma bisa beli kue kecil ini buat Mama. Cia kepengen yang hiasannya bunga, tapi ndak ada, adanya cuma hiasan badut ini, jadinya ya cuma ini yang bisa Cia berikan. Ndak apa2 kan Ma?” celotehnya riang.

air mata haru dan bahagia

air mata haru dan bahagia

Kemudian semuanya menyanyikan lagu Happy Birthday dan berdoa untukku. Kupandang suami dan ketiga anakku yang mengelilingiku di tempat tidur dengan berbagai perasaan yang bercampur aduk dalam hatiku. Rasa pening di kepalaku seakan telah lenyap, kepalaku terasa ringan sekali. Tuhan, terima kasih, terima kasih buat orang orang tercinta yang Kau berikan dalam hidupku. Tubuhku mungkin masih lemah sekarang, tapi hatiku terasa bahagia sekali, penuh suka cita. Aku tidak mau menangis, tapi rasa haru ini tak tertahankan lagi, setetes air mataku pun mulai jatuh di pipiku. Kupeluk dengan erat ketiga anakku tercinta dengan perasaan haru dan bahagia, sambil berbisik lirih di telinga mereka, terima kasih sayang.. terima kasih.

Aku mungkin memang tidak bisa merayakan ulang tahun dengan lebih meriah, dengan makan-makanan yang mewah di restoran mahal dan pergi jalan-jalan di mall. Tapi menurutku, inilah ulang tahun yang paling berkesan buatku dengan kado terindah dari orang- orang tercinta. Dimana kami masih bisa merayakan hari ulang tahunku ini dengan kue mungil yang dibeli dari sisa uang jajan anakku, dengan kartu dan gambar buatan anakku sendiri, yang dibuat dengan penuh cinta, yang sampai saat ini masih kusimpan. Ulang tahun ini memang sederhana, tapi rasa cinta, perhatian, kasih sayang, kebersamaan, dan doa dari suami dan anak-anak tercinta jauh lebih berharga buatku, melebihi perhiasan emas dan permata, karena aku sudah memiliki permata-permata yang tidak akan pernah hilang, yang akan selalu bersinar terang di hidupku, yang akan selalu menyertai hari-hariku baik dalam suka maupun duka, permata-permata itu adalah suami dan anak-anakku tercinta, yang diberikan Tuhan buat hidupku.

Kenangan ini akan selalu kuingat dan kukenang dalam hari-hari hidupku, kenangan ulang tahun sederhana yang menyentuh jiwaku, jauh di lubuk hatiku yang terdalam. Mungkin di saat-saat usiaku yang terus bertambah menua nanti dan saat kelelahan datang menghampiriku, kenangan ulang tahun terindah ini akan memberikan semangat baru dalam hari-hari hidupku.

Terima kasih Tuhan, dalam lemah dan sakit tubuhku ini, Kau masih memberikan nafas kehidupan dalam hidupku, Teima Kasih buat satu tahun bertambahnya usiaku ini yang masih bisa kami rayakan dengan kebersamaan dan cinta. Sungguh, ini ulang tahunku yang terindah, dengan kado yang sangat berharga dan teramat indah. Terima kasih permata-permata hatiku. Terima kasih suamiku, terima kasih anak-anakku, I love you all.

 

i love you all..

i love you all..

 

** Kenangan ulang tahunku tahun 2007 **
Ekspresiku waktu itu sangat bercampur aduk, haru dan bahagia, jadinya waktu itu aku meneteskan air mata sambil tersenyum. Karena waktu ulang tahun itu tidak diabadikan dalam foto, maka gambar kue tart dan orang menangis itu kuambil dari internet. Sedangkan gambar lain memang adalah tulisan dan gambar dari anakku, yang masih kusimpan sampai sekarang.

Postingan ini juga diikutsertakan dalam lomba esDogger yang diadakan oleh dblogger

 

11 Comments

  1. Banana January 26, 2012
  2. baju batik wanita January 26, 2012
  3. telkomsel January 27, 2012
  4. sang pembaharu January 28, 2012
  5. riez January 29, 2012
  6. Syifa Azz January 29, 2012
  7. opik January 29, 2012
  8. Harry Sasongko January 29, 2012
  9. Nurlia Paizah January 30, 2012
  10. @GaniOnline February 4, 2012
  11. Dhafian March 16, 2012

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.