Tag Archives: Berani Cerita

[BeraniCerita #42] Pohon Terindah

  credit   “Nay..” Sayup aku seperti mendengar sebuah suara memanggil namaku. Siapa yang memanggilku? Sepertinya dari balik bukit itu.. Kulangkahkan kakiku menuju ke asal suara itu, dan aku begitu takjub begitu tiba di sana. Hamparan rumput hijau dengan aneka … Continue reading

Posted in Fiksi | Tagged , , | 6 Comments

[BeraniCerita #05] Lorong

Sepertinya suasana malam ini tidak begitu bersahabat bagi Riana. Angin yang dingin membuat dia memaki dirinya sendiri kenapa lupa membawa jaketnya yang tertinggal di mobil. Lorong yang tidak terlalu terang karena beberapa lampu mulai dimatikan. Dan kenapa tidak ada orang … Continue reading

Posted in Fiksi | Tagged , , | 5 Comments

[BeraniCerita #02] Penyesalan

Kamar itu telah kosong. Tak ada lagi tawa ceria seorang anak didalamnya. Hanya sederet boneka berjejer dalam kesunyian. Menatapku tajam seolah aku ini makhluk jahat yang patut disingkirkan. Ranjang itu dingin membeku. Sebeku hatiku saat ini. Fotomu tersenyum seakan mengejekku, … Continue reading

Posted in Fiksi | Tagged , | 7 Comments

[BeraniCerita #01] Rumah Tua

Awas jangan mendekati rumah tua itu. Angker. Yang berani masuk tidak akan bisa pulang dengan selamat! Tulisan di papan itu terpampang jelas  beberapa meter mendekati  rumah tua. Penduduk selalu berlari saat melintasi rumah tua itu, tanpa menoleh sedikitpun. Ketakutan, kengerian … Continue reading

Posted in Fiksi | Tagged , | 1 Comment

[BeraniCerita #2] Sekali Ini Saja

Taman itu indah sekali. Rumput hijaunya bagai permadani. Bunga-bunga bermekaran menambah cantiknya taman itu. Dee duduk di bangku panjang yang ada dalam taman itu, menghirup udara sejuk di taman sambil membaca sebuah buku.   credit “Mama ..” Dee mendongak, tersenyum … Continue reading

Posted in Fiksi | Tagged , | 14 Comments

[BeraniCerita #1] Surat Merah Jambu

Surat merah jambu itu begitu indah warnanya, warna kesayanganku. Tapi itu dulu, tidak sekarang ..  credit Dear Risma, Baru sekarang aku bisa menulis surat ini.  Aku sengaja tidak mengirim kabar agar konsentrasi kuliahku tidak terpecah. Kau tau, aku sekarang sudah … Continue reading

Posted in Fiksi | Tagged , | 8 Comments