SMARTBPOM MEMAKSIMALKAN EFEKTIVITAS PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN

 

Banyak penjual makanan yang berjualan di depan sekolah-sekolah dan kulihat anak-anak sekolah yang beli itu cukup banyak, sampai antri-antri segala. Ada yang jual crepes, sate telur, ayam pok-pok, cilok, roti, tempura, es, permen, manisan dan sebagainya.

Beragam makanan itu tampak menarik, baik bentuk maupun warnanya. Jelas saja anak-anak sekolah banyak yang tertarik membeli. Nggak hanya anak TK, tapi juga anak usia SD bahkan SMP lho. Kadang aku sebagai orang tua ya agak khawatir juga kalo anak-anakku juga ikutan jajan sembarangan.

Ya khawatir aja kalo bahan makanan yang dipakai itu berbahaya bagi kesehatan tubuh, contoh sederhana saja kue dengan aneka warna terang itu, apakah benar pewarna yang digunakan adalah pewarna makanan? Jika pewarna makanan apakah takarannya sudah sesuai dan tidak berlebihan?

 

jajanan sekolahSumber gambar: www.harapanrakyat.com

 

Dulu, pernah anakku beli tempura, setusuk cuma 500 rupiah. Eh kok murah, jauh banget harganya dibandingkan beli di supermarket. Apa bahan daging ayam atau ikannya itu beneran higienis? Jangan-jangan daging sudah nggak layak pakai kemudian diolah lagi sehingga tampak menarik.

Aku terlalu khawatir kali ya, khawatir yang berlebihan.  Memang sih, masih banyak juga penjual makanan di depan sekolah yang jujur dan menjaga betul kebersihan dari makanan yang dijualnya. Mungkin saja bahan makanan yang dijual aman-aman saja bagi kesehatan dan memang layak jual. Tapi kan nggak ada salahnya waspada daripada ujung-ujungnya anak sakit karena jajan sembarangan. Iya, kan?

Banyak tuh berita di televisi tentang makanan yang nggak layak jual dan berbahaya bagi kesehatan. Nggak hanya di tempat umum tapi kadang di toko-toko juga, misalnya makanan kaleng yang sudah kedaluwarsa tetap dijual karena penjual nggak mau rugi. Sebagai konsumen yang cerdas, kita wajib meneliti terlebih dulu barang yang akan kita beli, cek bahan-bahannya dan juga tanggal kedaluwarsa barang. Dulu aku cuek aja, asal cemplung-cemplungin barang ke keranjang belanjaan, sekarang aku selalu cek tanggal kedaluwarsanya.

Hal itu berlaku juga saat kita membeli obat. Pastikan kita beli obatnya di apotik terpercaya. Jangan tergiur harga murah tapi ternyata obat itu obat palsu atau obat yang nggak ada izin edarnya. Bukannya sembuh, ntar sakitnya malah tambah parah dan paling fatal bisa mengakibatkan kematian. Duh jangan sampai deh, taruhannya adalah tubuh kita sendiri. Ngeri!

 

Apakah ada badan yang bertugas mengawasi peredaran makanan dan obat-obatan di Indonesia?

Ada, yaitu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). BPOM berkewajiban mengawasi peredaran obat, obat tradisional, kosmetik, produk pangan dan suplemen kesehatan di Indonesia.

Badan POM secara aktif mengawasi peredaran obat dan makanan mulai tiba dari pelabuhan sampai siap diedarkan. Hingga saat ini terdapat lebih dari 17.000 sarana pelayanan kesehatan serta lebih dari 335.000 obat dan makanan yang diawasi BPOM.  Wuah banyak banget, ya!

Sayangnya, hasil audit BPK menunjukkan hanya sekitar 20% rekomendasi BPOM yang ditindak lanjuti oleh pemerintah provinsi, kota dan kabupaten.  Masih banyak produk ilegal, produk palsu dan produk tidak memenuhi syarat beredar di masyarakat.

Tidak terakomodasinya rekomendasi BPOM secara baik inilah yang menjadi salah satu faktor munculnya Inpres No. 3 Tahun 2017 yang dikeluarkan tanggal 10 Maret 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat Dan Makanan.

INPRES No. 3 Tahun 2017 ini memberikan instruksi, antara lain, kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Gubernur, dan Bupati & Walikota. Diharapkan lembaga-lembaga ini bisa berperan aktif dan bersinergi dengan BPOM dalam kegiatan pengawasan obat dan makanan, seiring dengan satu tujuan Nawa Cita, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia di sektor kesehatan

Supaya lebih bisa terintegrasi dengan 12 kementrian lembaga dan daerah tersebut dibentuklah aplikasi SMARTBPOM. Sistem terpadu yang memudahkan dalam proses pengawasan dan pengaduan seputar obat-obatan dan makanan.

 

Pembuatan aplikasi SMARTBPOM ini melalui berbagai tahapan, antara lain:

  1. Proses jangka pendek meliputi konsultasi dengan mentor, sestama BPOM dan persetujuan kepala BPOM, Dr.Ir. Penny K. Lukito, M.C.P.
  2. Tahap persiapan : pembentukan tim efektif.
  3. Kajian pengembangan sistem.
  4. Mobilisasi stakeholder.
  5. Desain sistem.
  6. Pembangunan prototype SMARTBPOM.
  7. Uji coba prototype dan evaluasi sistem.
  8. Legalisasi uji coba prototype SMARTBPOM.
  9. Kinerja Jangkah menengah yg diselesaikan dalam jangka pendek diantaranya:
  • Pembangunan dan uji coba fungsi aplikasi SMARTBPOM.
  • Penyusunan petunjuk teknis aplikasi SMARTBPOM.
  • Laporan progres Inpres kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ibu Puan Maharani.
  • Sosialisasi aplikasi SMARTBPOM kepada 12 kementrian/ lembaga/daerah.

 

Menurut Direktur Pengawasan Narkotika, Pskotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) BPOM, Rita Endang,  aplikasi SMARTBPOM ini user friendly dan memberikan informasi yang mengakomodir 12 Kementerian, lembaga dan daerah.  Nggak hanya terkait soal pengawasan, SMARTBPOM juga melayani permintaan informasi dan pengaduan masyarakat. Masyarakat bisa memberi pengaduan melalui HALOBPOM.

 

HALOBPOM

 

SMARTBPOM MEMAKSIMALKAN EFEKTIVITAS PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN

 

SMARTBPOM ini bisa diakses oleh siapa saja? SMARTBPOM hanya bisa diakses oleh 12 kementerian, lembaga dan daerah (Gubernur, Walikota dan Bupati), nggak bisa diakses oleh publik karena ini hanya untuk pengawasan terintegrasi yang dilakukan oleh institusi-institusi tersebut.

Institusi yang bisa mengakses SMART BPOM adalah sebagi berikut:

  1. Kemenko Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan
  2. Kementerian Kesehatan
  3. Kementerian Perdagangan
  4. Kementerian Perindustrian
  5. Kementerian Pertanian
  6. Kemenpan-RB
  7. Kementerian Dalam Negeri
  8. Kementerian Kelautan dan Perikanan
  9. Kemenkominfo
  10. Badan POM
  11. Gubernur
  12. Walikota/Bupati

 

 

Direktur Pengawasan NAPZA BPOM, Rita EndangDirektur Pengawasan NAPZA BPOM, Rita Endang (Sumber gambar: swa.co.id)

 

Tugas BPOM untuk mengawasi makanan dan obat-obatan tentu bukan pekerjaan yang ringan. Nah, tugas kita adalah mendukung BPOM agar hasil kerjanya bisa maksimal. Tindakan sederhana saja, misalnya kalo kita menemukan produk yang tidak memiliki registrasi BPOM, kita bisa melaporkannya kepada BPOM untuk ditindak lanjuti.

 

Yuk, kita lihat video tentang SMARTBPOM dibawah ini ya!

 

BPOM akan mengembangkan aplikasi SMARTBPOM lebih lanjut. Nantinya sistem ini akan memberikan alert sebagai indikator tindak lanjut pengaduan untuk masing-masing lembaga. Di tahun 2018, aplikasi SMARTBPOM akan berjalan secara total.

SMARTBPOM ini membuat segalanya menjadi lebih mudah. Rekomendasi secara online jelas lebih praktis dan rapi. Kinerja pengawasan obat dan makanan akan lebih maksimal. Yang terkena imbas positifnya tentu saja masyarakat.

Semoga dengan SMARTBPOM ini kualitas kehidupan masyarakat khususnya di bidang kesehatan akan semakin meningkat.

 

 

Sumber referensi :
https://swa.co.id/swa/trends/bpom-wujudkan-integrasi-pengawasan-melalui-smartbpom
https://swa.co.id/swa/trends/inpres-no-32017-membuat-fungsi-pengawasan-bpom-makin-maksimal

 

 

 

Be Sociable, Share!

About Lianny

Happy mom with three nice children
This entry was posted in Reviews & Sponsored and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

220 Responses to SMARTBPOM MEMAKSIMALKAN EFEKTIVITAS PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN

  1. Utie adnu says:

    Iy mba Lenny kita jg hrs waspada terhadap jajanan anak2 slain memberi edukasi mereka plus mending bawa bekal biar aman

  2. nova says:

    Kalau aku kalo belanja makanan kemasan swlalu cek terdaftar apa ngga di BPPOM terus expireny.. kadang kalo gak teliti.. yah kayabkasua mi korea…itu..

  3. Noe says:

    Wah aku perlu install aplikasinya nih, buat cek n ricek lagi makanan makanan yg mau dibeli.

  4. Bahaya juga ya klo peredaran makanan tidak diawasi dengan ketat. Benar2 penting nih keberadaan smartbpom.

  5. Wah, saya kira SMART BPOM bisa digunakan masyarakat untuk melakukan pengaduan terkait makanan berbahaya.

  6. Aku baru tauuu mbak

  7. Pritahw says:

    Tapi masi tdk diakses utk publik kan mbak ya? Aku pernah ikut talkshow sama BPOM, saat itu kita langsung melakukan pengecekan makanan yg dibeli dari PKL atau pasar tradisional mb, kayak tahu dan bakso. Hasilnya, tetep ada bahan2 macam borax gitu. Emang lbh aman beli yg udah ada labal BPOM nya. 🙂

  8. Waya Komala says:

    Aku sih mendukung banget supaya BPOM bisa melakukan tugasnya dengan maksimal. Supaya masyarakat tetap sehat dan kita sebagai orang tua gak was-was dengan makanan yang beredar.

  9. ade anita says:

    iyaaa bener. sekarang suka ada pedagang nakal jadi asli nanya2 mana yg sehat dan layak dan mana yang abal2. Masalahnya, jajanan anak2 itu gak semua mencantumkan tanda lolos bppom

  10. Fakhruddin says:

    Saya kira bisa digunakan publik seperti milik MUI, ternyata utk internal pemerintah saja toh. Semoga dg aplikasi ini pengawasan BPOM lebih efektif.

  11. Helena says:

    haduh jajanan yang warnanya gonjreng di SD-SD itu lho serem. Aku pernah dapat penjelasan dari BPOM bahwa jajanan berbahaya seperti itu masih sering. Kasihan kan anak-anak yang kena imbasnya

  12. Wuah, iya tuh mbak. Ibuku paham banget bau tempura yg agak gimanaaa gitu, yang menyengat. Padahal tempura murah itu kan henyaaaak

    Jadinya perlahan aku juga belajar peka mengenali makanan2 yg kurang greget, berdasarkan dari bau (kalo lagi peka) dan tanggal kadaluarsanya (kalo lagi inget).

    Hmmm di toko mart2 tuh, sa**roti juga beh masih dijual meskipun kadaluarsa. Kalo ada harga promo, ya jelas banget besoknya udah expired

    Ya kitanya juga harus belajar peka sih, nggak cuma ngandalin BPOM doang

    • Lianny says:

      Yup, kita sendiri harus selalu peka ya. Kalo ngandalin bau aku nggak jago deh, harus dimakan dulu baru tau basi nggaknya.

  13. cputriarty says:

    Semoga dgn pengawasan terstruktur seperti badan SmartBPOM bisa memberi efek jera oknum nakal terutama bisnis kuliner

  14. MeriskaPW says:

    Berarti tujuan aplikasinya lebih untuk mempermudah koordinasi antar lembaga ya mbak?

    Padahal masyarakat juga perlu lho aplikasi yg minimal mempermudah pengecekan keamanan makanan, soalnya aku ngerasa masih banyak yg belum teredukasi soal BPOM. Kenalanku banyak yg gak tau cara ngeceknya jadi asal percaya aja kalau ada produk tertulis no BPOMnya

  15. April Hamsa says:

    Menurutku wajar aja sih mba kalau sbg ibu2 khaatir sama jajanan anak terutama.
    Kalau aplikasi ini bisa diakses sama publik jg lbh baik sbnrnya ya jd biar gk ada keraguan kalau beli produk makanan lg TFS

  16. Kalau melihat peredaran makanan, minuman dan obat-obatan termasuk juga kosmetik di Indonesia memang bikin miris Ya Mak Lianny. Rasanya pemerintah memang perlu berbuat lebih, nih…TFS

  17. Nchie Hanie says:

    Tapii Mbaaa…mbaa..

    Kalo obat-obatan dan kosmetik yang menjamur di pasaran aku takut, lebih baik menghindar, nah Jajanan di SD itu memang paporit banget yaa, begitu wangi dan menggoda, plus tidak menyehatkan hahhaa.*lirikin cilok

    • Lianny says:

      Nah itu Nchie, aku sudah penasaran pengin beli cilok yang menggiurkan. Tapi ditakut-takuti sama suami nih huhuhu, nggak jadi beli. Ntar mau bikin sendiri aja deh klo lagi nggak males haha.

  18. Aplikasi yang penting untuk diinstall nih, mengingat sekarang banyak sekali makanan atau jajanan yang merknya ga terkenal jadi saya suka was – was beli nya

    • Lianny says:

      Iya, suka was-was aja ya kalo mau beli. Btw aplikasi ini tidak bisa diakses publik, hanya untuk lembaga2 terkait seperti keterangan di postingan.

  19. Ida Raihan says:

    Sepertinya dibawain bekal makanan yang cukup solusi terbaik, agar anak-anak tidak jajan sembarangan ya Mbak. Anak saya masih kecil, tapi kami udah mulai memikirkan hal ini. Terlalu jauh ya? Ngeri soalnya Mbak kalo ngeliat warna warni makanan. Apalagi kalo berbumbu taburan gitu.

  20. Geraldi says:

    Keren juga pemerintah sekarang. Memudahkan rakyatnya dengan informasi yang dibalut aplikasi. Saya pun baru tahu kalau BPOM mempunyai aplikasi, sempat terlintas hal ini tidak begitu penting dikarenakan minat rakyat terhadap aplikasi edukasi kurang diminati.

    Well, saya akan coba influence ke keluarga, teman, dan lingkungan untuk mengunduh aplikasi BPOM yang menurut saya ini penting untuk anak dan remaja.

    Terima kasih informasinya. Kunjungi blog saya geraldirizki.com

    • Lianny says:

      Terima kasih kunjungannya.
      Untuk aplikasinya hanya bisa diakses oleh lembaga2 terkait seperti keterangan di postingan, publik nggak bisa akses.

  21. isnuansa says:

    BPOM ini ngawasin kandungan makanan dan kosmetik ya, Mbak? Kalau ngawasin tanggal kaladuarsa, mereka juga nggak sih? Suka gemes lihat makanan yang dijual di minimarket jelang hari raya, mentang-mentang laku, dikasih yang udah deket kadaluarsa..

    • Lianny says:

      Sepertinya iya mba, produk kedaluwarsa kan termasuk produk yang sudah nggak boleh edar lagi mestinya.
      Emang masih banyak pedagang yang mencari keuntungan seperti itu, mungkin dipikirnya konsumen nggak bakal cek kedaluwarsanya.

  22. okti says:

    Baru tahu ada aplikasinya. Semakin mudah dan semakin dekat saja ya
    Keren’

  23. Septia says:

    Dengan adanya aplikasi SMARTBPOM itu semoga bisa lebih memudahkan pengawasan terhadap makanan, minuman dan obat2.

    Aku kira bisa diakses publik, ternyata hanya instansi tertentu aja ya Mba..

  24. Monita AS says:

    Setuju mbak..daripada menyesal dikemudian hari lebih baik waspada selalu sejak dini

  25. Lucky Caesar says:

    Harus lebih jeli dalam membeli setiap produk yg dikonsumsi mbaak yaa. . Biar jelas aman dan sehatnyaa. .jd takut kalau jajan sembarangan.apalagi yg murah meriah dan dapetnya banyaak. .

  26. Phie says:

    Teliti dan cermat terhadap produk yang kita konsumsi sangat penting, ya, Mbak Lianny. Apalagi sekarang ini kita digempur produk-produk impor…

  27. Keke Naima says:

    Saya pernah install aplikasi dari BPOM. Bagus sih karena bisa cek nomor BPOM dan langsung dapat jawabannya. Jajanan anak-anak memang harus diwaspadai. Suka ada aja yang gak aman

  28. Anis Lotus says:

    Bener mb, banyak bngt jajanan anak sekolah yg ga ada ijin pom nya, ga ada tgl kadaluarsa dan warnanya mencolok bgt… Makin canggih ya skrg ada aplikasinya. Jadi gampang melaporkannya 😀

  29. Iya ih mba, ngeliat jajanan anak2 sekarang bikin was2.. walau nnt udh dbekel juga ttp aja jajanan ddepan sekolahan bikin anak2 tergiur

  30. Inna Riana says:

    suka kaget liat jajanan ajaib di halaman sekolah. murah meriah gitu tapi ga jelas dari apa bahannya 🙁

    • Lianny says:

      He eh, kadang nggak ngerti juga ya itu jajanan apa. Aku ngertinya yang umum aja seperti kue basah, lekker atau roti bakar.

  31. Shine says:

    memang per hari ini klo beli makanan harus diliat dulu ya mba halal dan sertifikat BPOM nya juga. dengan begitu, kita jadi tau apa yg kita makan aman

  32. Syarifani says:

    Semoga dengan adanya Smart BPOM ini, tiap pengaduan lebih cepat ditindaklanjuti yaa..kedepannya bisa terbuka secara umum, jadi memperpendek jalur komunikasi. Dari pengaduan hingga bisa sampai langsung ke institusi terkait.

  33. Vika says:

    Mantap mba ulasannya.. kalau saya jarang ni datang k acara2 hehehe

  34. Hadeh mbaaa, kalo lihat jajanan yg dijual di depan SD anakku tuh sumpaaahh, ngeri dan parno abisss

  35. Okti says:

    Jadi keinget yang kasus beras lagi hot itu melalui BPOM dulu gak sih?

  36. Makasi infonya bermanfaat, semoga dengan pengawasan ketat makanan atau jajanan anak-anak selalu yang terbaik dan jajanan sehat ya

  37. HM Zwan says:

    Kalau dilihat makin kesini jajanan makin aneh2 dan murah2,apalagi yang di jalan.. ngeri aja kalo habis lihat berita investigasi di tv.

  38. Lusi says:

    Aku datang di sosialisasi BPOM. Tampaknya mereka mulai mengaktifkan potensi masyarakat supaya menjadi konsumen cerdas.

  39. uwan urwan says:

    udah ada aplikasinya aja. sayang blmbs diakses publik..

    emang perlu sih kak. soalnya skr gt, bnyk makanan gjelas sehat ato enggak

  40. Wow, komennya udah panjang aja nih skrolannya. 🙂

    Iya, Mba Lianny. Aku tuh juga suka was-was dengan jajanan yang dijual baik di sekolahan maupun di pinggir jalan itu. Harganya murah dan terjangkau banget, dan ya itu…., sehatkah? Cukup aman kah? Rasanya mustahil bisa dijual semurah itu, sementara di supermarket harganya jauuuuh lebih tinggi. Pikiranku suka curiga deh kalo menemukan yang begini, takut ga sehat itu, lho! Makanya aku suka nyinyir ke anak-anak/ponakan2 agar jangan jajan sembarangan. Mending minta bikinin bekal dari rumah, deh!

    Semoga dengan adanya Smart BPOM ini, tiap pengaduan lebih cepat ditindaklanjuti ya, Mba, dan semoga bisa diakses oleh banyak orang, sehingga bikin takut para ‘pecundang’ di dunia makanan ini, agar tak semena-semena mencari keuntungan dengan melakukan kecurangan2 di dalam memproduksi makanan yang mereka jual.

    • Lianny says:

      Semoga ya mba. SMARTBPOM ini semoga bisa memaksimalkan kinerja BPOM dan lembaga2 terkait. Yang pasti rekomendasi secara online jelas lebih praktis, nggak ada yang namanya berkas2 ketlisut ya mba 😀

  41. waduh aku paling ngeri dgn jajanan anak di sekolahan sekarang mbak..
    anakku pernah kena alergi, kata dokter akibat zat perasa makanan.

  42. Wah asik nih ada aplikasi smartbpom jadi memudahkan untuk cek keamanan bahan pangan ya mba

    • Lianny says:

      Yup, mempermudah pekerjaan BPOM dan lembaga2 terkait dalam pengawasan obat dan makanan. Ada notif yg muncul apakah rekomendasi sudah ditindaklanjuti atau belum.

  43. Indah Nuria says:

    Memang harus hati2 banget ya mbaaa sama obat et makanan. Untung ada badan khusus yang mengawasi

  44. Mugniar says:

    Mak, keren sekali kalau ada aplikasi SMARTBPOM ini, berarti mendekatkan kita dengan BPOM, ya. Kan selama ini rasanya kayak jauuuuh banget dengan BPOM. Kalau bisa konsultasi, nanya-nanya tentang makanan yang kita dapatkan di pasaran, kan bagus, ya. Sekalian mengedukasi juga.

  45. syuhada says:

    Sekarang kalau mau cek produk yang mau dibeli semakin gampang ya mba. Jadi ngga kuatir lagi

  46. Saya selalu curiga dengan makanan, termasuk jajanan anak-anak, yang warnanya mencolok banget….

  47. Evrinasp says:

    Hooo saya pikir bisa diakses masyarakat luas pada salah satu fiturnya, ternyata hanya instansi terkait saja

  48. Wah, sekarang semakin maju ya. Dunia dalam genggaman deh pokoknya 🙂

  49. Karenanya aku memilih lingkungan sekolah yang ga ada jajanan tapi justru sekolahnya yang siapin cateringnya alhamdulilah aku nyaman 🙂
    Diakses hanya 12 instansi saja y mba aku kira boleh untuk umum hehhee

    • Lianny says:

      Wah kalo sekolah yang nyiapin cateringnya, kita bisa lebih nyaman ya mba. Iya betul mba, tidak diakses umum 🙂

  50. Amelia Fafu says:

    Duh, sekarang udah segala macem makanan jajaj anak dan kadang aneh aneh. Mending bawa bekal sendiri lebih aman 🙂

  51. nur rochma says:

    Aduh mba, di depan sekolahnya anak2ku mulai TK hingga SD ramai penjual makanan keliling. Yang pasti nggak pakai standar kesehatan. Padahal kayak gitu sudah berkali-kali dilarang. Anak2 dan orang tua juga sudah dihimbau,. Tapi tetap masih mangkal disana dan anak2 masih jajan.

  52. Anisa Ae says:

    Membantu sekali, ya? Soalnya kadang was was kalau beli obat sendiri.

  53. tutyqueen says:

    DI sekolahan ponakan saya juga gitu banyak banget tukang jualan jajanan untuk anak-anak , tapi jenis jajanannya kelihatan banget nggak menyehatkan, kami sangat megkhawatirkan urusan jajanan ini malah pernah adik saya ngelihat penjual kantin menggoreng nugget yang dilihat di bungkusnya nugget itu sudah kadaluarsa langsung saja adik saya protes. Semoga pihak sekolah juga lebih aware dan sering mengecek jajanan apa yang dijual untuk anak-anak, kalau bisa harus pakai izin.

  54. iya sih ya mbak jajanan pinggir jalan belum bisa terjamin kebersihan dan kehigienisannya. Amannya sih bawa bekal sendiri dari rumah. Tapi aku saja dulu malah doyan jajan di depan sekolah karena jajanannya beragam hihi.

    • Lianny says:

      Aku dulu waktu kecil juga suka beli-beli di kantin sekolah.
      Tapi sepertinya dulu itu beda dengan sekarang ya.

  55. Mbul nita says:

    Iya yang di depan sekolah sekolah celakanya pada enak enak, tapi kok ya ngeri klo ada bahan2 berbahayanya ya mb, dulu tu aku sukaaa banget beli baso tusuk tapi saosnya enceerr banget, curiga modeon hihi
    Tapi kadang2 rasa penisirin anak sekolah mengalahkan insting para ibu buat mencegah anaknya jajan sembarangan ya
    Untunglah sekarang ada ginian

  56. norikoreza says:

    saya juga setelah jadi embak embak rumah tangga jadi lebih teliti lagi kalo beli makanan/minuman/obat..pasti harus cek minimal tanggal kadaluarsa, label halal dan no reg bpom nya..gak masalah lah bikin waktu belanja jadi sedikit lebih lama, daripada membahayakan kesehatan keluarga..

  57. khairiah says:

    wah jadi ingat dulu waktu sd kakakku pernah jajan es lilin pinggir jalan eh pulangnya langsung sakit perut bab tiada henti sampai lemas akhirnya dibawa ke dokter, aku juga cemas neh jajanan sekolah anakku ada sosis yang murah, itu bahannya dari apa nggak tau ? takutnya ntar kenapa2 makanya aku selalu bekalin anakku kalo ke sekolah kalo mepet banget baru kasih duit jajan

  58. JAjanan anak2 memang membahayakan. Tapi ada juga yg sehat kalo kita cermat Mbak Lelly. Wah ada smartbpom membuat semua jadi lebih mudah ya..

  59. Gurukecil says:

    Harus teliti ya mbak apalagi beli jajan buat Intan…

  60. Rahmi says:

    Aku sekarang selected bgt soal makanan dan obat, kuamati bener2 bungkusnya ada ijin bpomnya apa ga dll. Mudah2an dgn aplikasi ini pengawasan lebih mudah dan menyeluruh yaa..

    • Lianny says:

      Iya Rahmi, semoga aplikasi ini memudahkan lembaga2 terkait juga dalam menindaklanjuti rekomendasi yang ada.

  61. Idah Ceris says:

    Iyaa, suka ngeri sama pewarna yang terang gitu. Beruntung udah ada pengawasnya, ya.

  62. Andi Nugraha says:

    Aku baru tahu dan dengar adanya smartbpom. Sekilas aku rasa smartphone..he

    Menjadi solusi nih smartbpom, selain bahayanya peredaran makanan tidak diawasi ketat, terkadang banyak orang yang memang sengaja menyalahgunakan makanan, sekalipun berbahaya yg penting laku 🙁

  63. Dayah says:

    Iya kita harus teliti nih kalo beliin anak2 jajanan. Di Jogja pedagang jajanan anak2 ada paguyuban nya dan diawasi oleh BPOM dan juga pihak sekolah. Jadi kalo ga masuk paguyuban ga boleh jualan di area sekolah

  64. Nah, masalahnya kan aplikasi ini tidak bisa diakses secara publik, terus untuk mengetahui secara langsung (di lapangan) tentang makanan tertentu bagaimana?

  65. Vindy Putri says:

    Kita juga bisa pakai berarti ya? Untuk mendapatkan informasi lebih mudah tentang perkembangan ijin BPOM di makanan. Semoga aplikasinya banyak dikenali, supaya banyak yang update informasi.

    • Lianny says:

      Kita nggakk bisa pakai Vin, nggak bisa diakses publik. Hanya BPOM dan lembaga2 terkait aja seperti kusebutkan di postingan.

  66. Infotekno says:

    Semoga ada aplikasi sejenis yang bisa diakses publik, jadi semua bisa melakukan pengecekan sendiri via aplikasi

  67. Utie adnu says:

    mdh2an ini jln kluar u. Kita hati2 konsen ke jajanan anak2 yg kadang gk jlas bpomnya y mba,,,

  68. Edwina says:

    Biasanya di supermarket yang jual makanan impor sih, yang perlu diteliti banget kandungan dan masa kadaluarsanya.

  69. Asyik nih. Semuanya jadi pada go digital. Nanti cobain instal app ini ah~

  70. Dian Safitri says:

    Aku suka miris lihat jajanan-jajanan sekarang.
    Pernah sekali tergoda cakwe. Habis makan kepalaku pusing dan tidur. Bangun tidur aku denger ada suara muntah-muntah, rupanya anak art yang ikutan makan cakwe malah muntah-muntah. Beberapa hari kemudian enggak sengaja nonton di TV soal jajanan cakwe yang dikasih pewarna pakaian. Abis itu langsung ngeri deh jajan-jajan sembarangan.
    Semoga SmartBPOM ini bisa bekerja maksimal ya. Biar kita semua terhindar dari makanan yang berbahaya.

  71. Indah Nuria says:

    BPOM memang vital sekali mbaaa tugasnya.. ngga main-main soalnya untuk pengawasan obat dan makanan. Resikonya besar!

  72. Rudi says:

    Tugasnya BPOM Berat juga ya mba

  73. Ucig says:

    Mba, aku baru tau ada aplikasi ini. Makasih infonya.. jadi bisa lebih update ke depannya, mudah2an jalan terus yaa mba aplikasinya

  74. Evi Fadliah says:

    Memang siy ya Mba, terkadang kalau melihat jajanan anak2 sekarang, bikin emaknya ketar-ketir, khawatir bahan2 yang digunakan tidak aman. Nah, tugas kita dech nyiapin bekal buat si kecil biar bisa mengurangi anak2 jajan diluar.

  75. Semoga lancar ya mbak tahun 2018 aplikasi SMARTBPOM bisa berjalan secara total.

  76. Lia Lathifa says:

    wah, enak nih sdh ada aplikasi SMARTBPOM, jadi kita bisa kroscek makanan dan obat-obatan yang sdh aman yg mana, apalagi kan byk tuh produk di online suka meragukan

  77. Aku dulu juga heran napa jajanan di depan gerbang sekolah bisa murah2 gitu. Untung anak2 gak pernah beli udah bawa bekal. Ngeriii warna sausnya

  78. Awan says:

    Semoga saja kehadiran SMARTBPOM ini semakin meningkatkan pengawasan obat dan makanan ya Mba.

  79. Bimo Aji says:

    baru tahu ternyata ada aplikasi yang bisa memonitori obat dan makanan. BPOM makin canggih deh

  80. Alma Wahdie says:

    Terbantu banget ini udah ada aplikasinya.
    Jadi gampang kalo mau cek dan ricek obat dan makanan yang mau kita konsumsi.

  81. Catatanria says:

    Iya mba saya suka kwatir klo liat jajanan skrg, abinya yg suka beliin macem2

  82. Ria Nugros says:

    Untung disekolah babang gak ada kantin dan gak ada tukang jualan didpnnya

    • Lianny says:

      Wuah bersih dari abang yang jualan ya.
      Eh kantin nggak ada? Yang nggak bawa bekal, trus laper, nggak bisa beli makanan karena nggak ada kantin.

  83. Ratna Dewi says:

    Membantu banget nih buat ceki-ceki obat atau makanan. Bisa buat cek kosmetik atau make up yang udah teregister BPOM juga kah, Mbak?

  84. Amanda ratih says:

    Iya nih produk2 yg ga jelas kudu ada sertivikasi bginian. Kasian anak2 🙁

  85. Dulu aku prnh pake kosmetik yg ga teregister bpom. Tp untung cuma sekali itu mbam trs ga mau lg coba2 kosmetik yg ga ada bpom nya. Takut efeknya nanti 🙂 . Pokoknya kalo beli apapun, skr liat bpom deh

  86. boleh nih meluncur ke website BPOM 🙂 makasi infonya ya mba

  87. Beautyasti1 says:

    Hhmm iya banyak banget mba jajanan SD itu,, jadi kumplen nya ke twitter gitu ya mba? Pakai foto dan lokasi SD tersebut? Kesian juga sih penjual nya kalau tercyduk, tapi lebih kasian lagi anak anak yang jajan gak jelas. Harus ditindak tegas!

    • Lianny says:

      Jajanan di sekolah memang banyak ya, tapi nggak semuanya berbahaya, kan. Mungkin ada penjual yang selalu jaga kebersihan jualannya dan memakai bahan2 makanan yang aman dikonsumsi.
      Btw bisa di HALOBPOM jika mau laporan.

  88. Ria fasha says:

    Jajanan anak2 memang murah namun bikin kita khawatir akan kebersihan dan kesehatannya. Makanya saya sering nglarang anak jajan hihii
    Btw smoga dengan adanya smartbpom ini bisa membantu masyarakat untuk dpt info

  89. ini nihhh inovasiii baruuuu, supaya anak-anak bisa terkontrol jajanannya.
    emang kalo diliat2 sih apalagi di SD SD, makannnya sangat mengkhawatirkaan 🙁

  90. What, tempura cuma 500an? Duh ngeri kalau makanan aneh gini. Walau aku masih tergoda jajan aneh-aneh kayak cilok atau kentang goreng gitu. 🙂

  91. Memang mbak peredaran obat pada makanan saat ini sedang marak terjadi kita harus mengawasi anak kita agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan ..
    tapi saya rasa tidak semua penjual makanan yang menjual makanannya dengan harga murah berisi campuran .. ada juga yang jujur..

    • Lianny says:

      Iya, betul. Nggak semua pedagang nakal, pasti ada juga pedagang yang jujur dan menjaga kebersihan makanan yang dijualnya.

  92. Mak, terus aku ingat meme yang dishare teman di grup Wa, Jepang, Thailand sama mana satu lagi gitu punya tradisi bawa bekal/disediakan makanan sehat bergizi di sekolah dan gambar yang siswa Indonesia, gambarnya lagi pada makan cilok abang2 belumur saos merah2 yang mengkhawatirkan ituh 🙁

  93. Swastika says:

    Misalnya saya melihat abang-abang penjual tempura 500an, atau penjual cilok yg sausnya meraaaah banget berkat jasa pengawet dan pewarna makanan lagi di depan SD. Kalau saya laporkan via smartBPOM ini, apakah mereka akan ambil tindakan?

  94. Ophi Ziadah says:

    Selangkah lebih maju niih.
    Penting banget pengawasan obat n makanan kan

  95. semakin maju nya waktu, semakin banyak oknum oknum yang nakal tetapi ada juga yang masih jujur.. kasih jempol buat yang jujur *sip*

  96. Sekarang aku kalo makan cilok, nggak mau pake saus2 merahnya. Soalnya pernah nempel di tangan, merahnya gak hilang2 walau sudah cuci tangan. Kebayang kalo di perut gimana 🙁

  97. Ransel Usang says:

    Obat pada makanan sangat meresahkan, apalagi kalau orang tua ga bisa mengawasi anaknya dengan benar, pasti kan efeknya pasti menjadi musibah

  98. ini masih pengembangan ya mbak? tapi nggak lama lagi sudah 2018, aplikanya bermanfaat banget nih 🙂

  99. Ikrom says:

    wah iya ini bermanfaat banget
    ijin share ke teman2 guru dan wali murid mbak
    paling enggak bisa meminimalisir dampak negatif jajanan di luar

  100. NgeFood says:

    wah perlu banget nih mbak, mengingat bahaya juga kalo tidak di kontrol…

    salam kenal

  101. Hai mbak Lenny. Di kantin sekolah anak2ku alhamdulillaah cukup ketat pengawasan makanannya. Ga boleh chiki2an, ga ada minuman2 yang mengerikan efekny seperti di iklan2 tv. Malah yg jaga itu ya bergNtian bbrp orangtua murid juga. Trus anak2 dan orangtua dilarang jajan di luar. Susah ya jika pengawasan sekolah2 negeri. Kebetulan anak2ku SD swasta.

    • Lianny says:

      Wah asyik kalo gini ya. Sekolah anakku juga sih, kalo istirahat anak-anak nggak boleh jajan di luar, tapi ya itu biasanya jajannya pas pulang sekolah.

  102. Aku sepakat diperlukan pengawasan jajan anak-anak emang lagi dibutuhkan bangets

  103. Istiadzah says:

    Apa ada kemungkinan SMARTBPOM bisa diakses untuk publik? Mungkin dalam jangka waktu 2-5 tahun mendatang? Mudah2an bisa ya. 😇

  104. Sary Melati says:

    Mudah2an ke depannya aplikasinya bisa diakses publik ya, jadi masyarakat bisa melakukan pengecekan mandiri.

  105. Lidya says:

    Jadi makin aman ya mbak kalau ada badan pengawas seperti ini

  106. Khoirur Rohmah says:

    Aku sering banget nemuin barang yang nggak ada BPOM mbak. Apalagi waktu make lipstik, atopun konsumsi makanan gitu, bingung mau nyari infonya BPOM gimana,
    ahh syukurlah dapet pencerahan di sini,,, TFS buat sharingnya ya mbakk ^_^

  107. Wah iya, aku juga sering khawatir dengan jajanan anakku. Kalau dia sakit perut aku langsung tanya jajan apa di sekolah. Dan cerita deh si kakak abis jajan es. Es biasanya pakai bahan air mentah, nah di situlah biangnya bakteri bercokol. Tapi syukur Alhamdulillah si Kakak udah bisa dibilangin, nggak jajan sembarangan lagi di sekolah.

  108. Beli barang yang gak dicantumkan BPOM nya mending gak jadi daripada ragu-ragu terus dan kuatir ada apa-apa repot dibelakang ntar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *