Fiksi

Sebuah Rencana

 

“Bagaimana? Diterima kerja?”

Dina mengaduk-aduk es teh di depannya dengan malas. Di depannya, Rini memandangnya menunggu jawaban.

“Gagal. Tadi ada wawancara pake bahasa Inggris, aku cuma bengong saja.”

“Kamu sih nekat, jelas-jelas persyaratannya kan minta yang fasih bahasa Inggris, Din.”

“Ya, namanya juga usaha. Ini sudah tahun kedua dari aku lulus SMA, masih aja nggak dapet kerja.”

“Kamu sih pilih-pilih kerjaan. Les bahasa Inggris aja dulu, paling 3 bulan sudah pinter. “

“Males ah.”

“Beginilah kalau cuma lulusan SMA dengan nilai pas-pasan dan nggak punya ketrampilan lain. Saingan banyak yang sarjana. Untung aku diterima kerja di toko Pak Arman, nggak apalah meski gajinya nggak gede, daripada jadi pengangguran.”

“Aku penginnya kerja kantoran, Rin.”

“Kamu ini keras kepala banget. Ya sudah, coba aja terus. Ingat, ini sudah tahun kedua kamu jadi pengangguran. Nggak malu?”

“Aku mau coba sekali lagi. Kalau gagal, terpaksalah kerja apa saja.”

“Semoga berhasil, Din.”

 

Pagi ini, Dina memasuki sebuah kantor dengan hati berbunga. Penampilannya lain dari biasanya. Blouse putih berleher rendah dan rok mini hitam yang dikenakannya membuatnya tampak menarik. Wajahnya diberi sentuhan bedak dan lipstick pink terang.

“Pantesan ditolak terus, penampilanmu kurang sexy. Ingat, kamu harus sedikit genit. Lelaki suka lemah kalau kena rayuan wanita.”

Itu yang dikatakan Sita semalam. Sepulang dari rumah Rini malam itu, Dina memang mampir ke rumah Sita, tetangganya yang sudah setahun bekerja di kantoran.

Kali ini harus berhasil.

Dibukanya pintu ruangan tempat wawancara kerja dengan hati berdebar. Begitu pintu terbuka, senyum lebarnya lenyap seketika.

“Silahkan duduk.”

Wanita di belakang meja itu tersenyum menatapnya.

 

***

 

Word : 251

 

ps : Mikirin judul aja susah, apalagi ceritanya. Nggak apalah, daripada nggak nulis sama sekali *digetok admin. Siapin toples gede buat nampung kripik-kripik super pedas. FF geje dan maksa ini hahaha, kutulis untuk MFF yg lagi ultah kedua. Happy birthday MFF 🙂

 

MFF

 

22 Comments

  1. karina amalia January 31, 2015
    • Lianny February 1, 2015
  2. Inda Chakim February 1, 2015
    • Lianny February 1, 2015
  3. Titis Ayuningsih February 1, 2015
    • Lianny February 1, 2015
  4. Lidya February 1, 2015
    • Lianny February 1, 2015
  5. jan February 1, 2015
    • Lianny February 3, 2015
  6. Widy Darma February 1, 2015
    • Lianny February 3, 2015
  7. winda puspita February 3, 2015
    • Lianny February 3, 2015
  8. Dwi Puspita Nurmalinda February 3, 2015
    • Lianny February 3, 2015
  9. Hilda Ikka February 4, 2015
    • Lianny February 5, 2015
  10. linda February 4, 2015
    • Lianny February 5, 2015
  11. evisrirezeki February 5, 2015
    • Lianny February 6, 2015

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.