Prompt #27 : Malam Pertama

Credit

 

Rumah mungil bercat coklat yang tadi ramai dengan sanak saudara dan tamu-tamu kini mulai tampak sepi. Satu persatu tamu undangan mulai pamit pulang. Kini tinggal Tono dan Sari, sepasang pengantin baru di rumah itu.

“Syukurlah, acaranya bisa berlangsung dengan lancar ya Kang?”

“Iya, tinggal capeknya saja sekarang.”

“Lha Ibu sama Bapak ngapain kok nginep di rumah Budhe Nur?”

“Oh itu, masa sih kamu nggak ngerti Sar?”

“Beneran nggak ngerti.”

“Ibu sama Bapak itu pengertian banget lho. Mereka nginep di rumah Budhe Nur supaya kita lebih nyaman berdua saja. Ini kan malam pertama kita.”

“Ah.. Kang Tono bisa saja,” Sari memukul lengan Tono dengan wajah bersemu merah.

“Sana hapus riasan wajahmu itu. Copot juga kondemu, gedhe banget itu konde,” Tono tertawa geli, memandang Sari yang beranjak menuju kamar mereka.

 

**

 

Malam kian larut. Sepasang pengantin baru itu sudah masuk ke kamar pengantin mereka, dan berbaring di kasur yang sederhana itu.

Detak jam yang bergerak perlahan seperti mengiringi detak jantung yang berdegup kencang di hati Tono dan Sari.

Tono mencium lembut kening Sari,” Kau cantik sekali malam ini, Sari. Beruntung aku bisa memilikimu. Aku bahagia sekali malam ini.”

“Aku juga bahagia, Kang.”

Tono mempererat pelukannya, dan kini mencium lembut bibir Sari. Perlahan tangannya membelai tubuh indah yang kini sudah menjadi miliknya sepenuhnya.

Sari mendesah, menikmati ciuman dan belaian tangan Tono di sekujur tubuhnya.

Gelora cinta memanaskan tubuh mereka berdua.  Nafas mereka berdua seakan beradu semakin cepat dan cepat..

“Aaaakkkhh… !”

Keduanya berseru kaget .

Kasur sederhana yang mereka tiduri ambruk, rupanya dipan kayu penyangga kasur itu sudah tua dan mulai lapuk, sehingga tak mampu menahan goncangan yang terlalu keras.

 

word: 264

 

Be Sociable, Share!

About Lianny

Happy mom with three nice children
This entry was posted in Fiksi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

40 Responses to Prompt #27 : Malam Pertama

  1. Ila Rizky Nidiana says:

    wahh temanya 😀

  2. @hijriyan says:

    Eh…salah masuk. Saya belom cukup umur 🙂

  3. Linaks says:

    wkwkwkwkw jadi inget kasurku yang model begini tapi ambruk krn ditidurin ber 4 hahaha balada kasur

  4. Enny Mamito says:

    pelajaran yg bisa diambil dr cerita ini buat pengantin baru pastikan tempat tidur anda berbahan dasar kuat dan tak mudah goyah..hihihi…

  5. Orin says:

    walaaahhh….batal dunk malam pertamanya ya hihihihi

  6. Duhhh kayaknya kudu ada bukunya ya bagaimana melewatkan malam pertama dengan mulus hahaha

  7. sri sugiarti says:

    walahh…truss dilanjutin gak yahh…. 🙂 hihi

  8. eda says:

    terlalu bersemangat pengantin barunya 😀

  9. wkwkwkwk… idiiiih gimana sih sari ma tono ada gempa lokal 😀

  10. Lidya says:

    hahaha ambruk ya, jad main pijit2an dong

  11. WOW!!!

    Belum cukup umur nih saya :p

    *ngacir*

  12. jiah says:

    lari……….
    cari tukang kayu
    hahahah

  13. Helda says:

    Emang goncangannya sekencang apa sih Mak? *polos 😀

  14. Wah, endingnya itu…. hihi…

  15. latree says:

    lebih aman di lantai saja, beralas kasur tipis atau karpet. bebas suara berderit dan bebas khawatir ambruk >.<

  16. Wong Cilik says:

    Salam kenal mbak …
    Baca ending ceritanya jadi senyum2 sendiri … 😀

  17. gina says:

    wouwww….seperti membaca novel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*