Fiksi

Fiksimini #2

LAUT

LAUT MATI. Banyak potongan tubuh manusia terkubur di dalamnya.

LAUT. Sayang, inilah rumah barumu. Wajah gadisku tiba-tiba memutih.

MABUK LAUT. Kumasukkan ikan hiu ke dalam mulutku. Seketika peningku hilang.

DANDAN. Kubasuh mukaku di Laut Merah. Sejak itu wajahku selalu merona.

KEHABISAN SIRUP. Ibu mengambil air di Laut Merah sebagai gantinya.

 

BINTANG

AKULAH SANG BINTANG. Semua penonton tiba-tiba menjadi buta.

GELAP GULITA. Sudah kucuri semua bintang di langit.

SEMBUH. Kumasukkan bintang di kedua mata ibuku. Ibuku bisa melihat lagi!

BINTANG JATUH. Cahaya terang mendekat. Seketika banyak potongan tubuh manusia berserakan di jalan.

HUJAN BINTANG. Ribuan tubuh manusia meleleh.

 

TUA

SUDAH TUA. Daging ibu begitu keras saat kumakan.

 

4 Comments

  1. Edi - aura ide September 23, 2013
    • Lianny September 24, 2013
  2. Citra October 11, 2013
    • Lianny October 13, 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.