Buku

Buku Sejenak Hening

 

Sumber foto : FB Adjie Silarus

Judul Buku : Sejenak Hening

Penulis : Adjie Silarus

Editor : @fachmycasofa

Desain Sampul dan Isi : @wendyarief

Penerbit : Tiga serangkai

Tebal Buku : 310 halaman

 

Setiap manusia pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Untuk meraih kebahagiaan tidak perlu meraih harta duniawi terlebih dahulu. Bahagia itu juga tidak ditentukan oleh hal-hal yang di luar diri kita, bahagia itu begitu sederhana. Bahagia sejatinya ada dalam hati kita, hanya saja kita sebagai manusia kerap kali tidak menyadarinya. Karena itulah ada baiknya kita meluangkan waktu untuk sejenak hening atau hening sejenak agar kita bisa menemukan arti kebahagiaan yang hakiki.

 

SEJENAK HENING

Menjalani setiap hari dalam hidup dengan sadar, sederhana, dan bahagia

Saat membaca kalimat awal buku ini, aku seperti dituntun untuk melakukan suatu perenungan dan refleksi pribadi dalam suatu keheningan. Tidak seperti buku-buku pada umumnya yang dibagi menjadi beberapa bab, 43 cerita dalam buku Sejenak Hening ini dibiarkan secara acak. Gaya bertutur Adjie bagiku sangat sederhana dan mudah dipahami, tidak berbelit-belit tapi mampu membuat perenungan yang mendalam.

 

Benar sekali seperti yang dikatakan pengantar penerbit dalam buku Sejenak Hening ini bahwa:

Dalam era keriuhan, kita butuh keheningan sejenak. Keheningan sejenak mengajarkan kita untuk kembali mengenali diri. Keheningan memberikan tawaran kesempatan bagi diri untuk kembali sadar, bahwa banyak keping kebahagiaan yang telah kita lepas begitu saja. Kita kehilangan banyak sadar untuk menikmati hari-hari dengan penuh kedamaian dan kenikmatan.

Sejenak hening akan membawa kita kembali ke rumah, ke napas kita sebagai manusia, sehingga kita menemukan apa itu yang disebut bahagia yang ternyata kebahagiaan itu selalu ada.

 

Aku pribadi pernah mencoba untuk diam dalam keheningan. Dan apa yang aku temukan dalam keheningan itu memang benar-benar menakjubkan, ada perasaan damai yang begitu luar biasa. Sungguh bersyukur aku masih bisa merasakan apa yang disebut bahagia, karena Tuhan masih berkenan memberikan nafas kehidupan bagiku sampai detik ini.

Dengan alasan berbagai kesibukan yang ada, aku sudah jarang, dan hampir tak pernah lagi untuk sejenak hening. Buku ini menyadarkanku kembali untuk sejenak hening dan menjalani setiap hari dengan sadar, sederhana dan bahagia.

 

Menutup Jendela

Dalam cerita ini, indera kita diibaratkan sebagai jendela. Dan kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan, apakah membiarkan pengaruh buruk dari luar meracuni hati dan pikiran kita. Mengapa kita tidak berusaha untuk menutup “jendela” kita? Kita harus bijaksana dalam membuka atau menutup “jendela” kita.

 

Sedikit kutipan dari cerita Menutup Jendela:

Kita terlalu pasrah dan merasa selalu bersedia menonton
apa pun yang ada di layar TV. Terlalu merasa kesepian,
malas, dan bosan untuk menciptakan kehidupan kita
sendiri tetapi tidak harus sendirian. Kita menyalakan
dan membiarkan TV itu menyala, mempersilakan orang
lain untuk memandu, membentuk kita, dan bahkan
menghancurkan kita.

Menghilangkan jati diri dengan cara seperti ini berarti
rela takdir kita ditentukan oleh orang lain yang
mungkin tidak peduli terhadap diri kita. Sebaiknya, kita
menyadari acara-acara apa yang membahayakan sistem
saraf, pikiran, dan hati kita dan acara-acara mana yang
bermanfaat bagi kita.

 

Adjie mengajak pembaca untuk sejenak meninggalkan keriuhan dan kebisingan kota, menuju ke pegunungan atau tempat yang lebih sepi. Aku pribadi sangat setuju sekali dengan ide ini, dengan refreshing sejenak, hening sejenak, maka kita akan bisa merenungkan apa yang sudah kita lewati selama ini. Bagaimana hidup kita bergulir, dan apa yang sekarang sedang kita pijak. Sejenak hening akan membuat jiwa kita merasa lebih bersemangat dan bergairah menghadapi hidup dengan bahagia.

Kita berpijak pada masa kini, saat ini, jadi bukan waktunya untuk termenung mengingat segala memori masa lalu, baik pahit maupun manis. Bukan juga waktunya untuk ragu dengan ketakutan-ketakutan masa depan yang belum jelas di depan mata. Yang ada adalah hidup kita sekarang, yang harus disyukuri sepenuhnya. Dan kebahagiaan itu ada dalam hati kita sendiri, bukan terletak pada orang lain atau hal-hal di sekitar kita.

 

Aku berterima kasih buat KEB yang sudah memberikan teaser buku Sejenak Hening ini untuk kubaca. Membaca teasernya saja sudah cukup menarik, bahasa yang digunakan mudah dipahami, begitu menginspirasi dan mampu menyejukkan hati. Rangkaian kata demi kata yang ditulis membuatku merenung, instropeksi diri sendiri, dan meyakini kebenarannya. Rangkaian kata yang ditulisnya bagaikan lecutan-lecutan kecil yang mengarah telak di hatiku. Benar, aku harus menjalani hidup ini dengan sadar, sederhana dan bahagia.

Cover buku ini menyiratkan kesederhanaan dan mendukung sekali tema yang diusung Adjie, suatu keheningan. Keheningan yang sederhana tapi sarat makna, keheningan yang akan membawa kita pada kebahagiaan hakiki seorang manusia. Aku membayangkan buku dari Adjie Silarus yang akan terbit nanti, akan banyak membawa pencerahan di hati pembacanya. Akan banyak hati yang nantinya akan terbuka terhadap hakikat hidup ini. Tak sabar menanti buku ini terbit. Selamat buat Adjie Silarus!

 

Sekarang sudah ada preorder buku Sejenak Hening ini, informasi lengkapnya bisa dilihat di www.adjiesilarus.com

 

 

12 Comments

  1. noe September 26, 2013
    • Lianny September 27, 2013
  2. Agustina Dian Susanti September 26, 2013
    • Lianny September 27, 2013
  3. Lidya September 26, 2013
    • Lianny September 27, 2013
  4. kakaakin September 27, 2013
    • Lianny September 27, 2013
  5. Lusi September 27, 2013
    • Lianny October 3, 2013
  6. annesya September 28, 2013
    • Lianny October 3, 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.