Personal

Bersiap Menyambut Natal

 

Bentar lagi sudah tanggal 25 Desember, dan itu berarti hari Natal sudah semakin dekat.
Kalau hari Natal, yang kebayang itu pasti Santa Claus dan pohon natal 🙂

Waktu aku kecil dulu, kami punya kebiasaan mencari rumput di lapangan untuk dimasukkan ke dalam kaos kaki. Setelah itu kaos kakinya diletakkan di bawah tempat tidur, bersama dengan tulisan hadiah apa yang kita inginkan. Kata Mama, nanti Santa Claus akan datang dari cerobong asap dan mengambil rumput yang ada di kaos kaki, serta menggantinya dengan hadiah yang kita inginkan. Memang betul sih, saat bangun tidur dan melongok ke bawah tempat tidur, rumputnya itu sudah lenyap. Di samping kaos kaki itu sudah ada hadiah yang kita inginkan. Tiap tahun, tidak semua hadiah yang kita inginkan dipenuhi oleh Santa Claus, kadang-kadang Santa Claus memberi hadiah yang berbeda. Tapi tetap saja, seneng banget karena mendapat hadiah. Nah, saat sudah besar, barulah aku tau kalau yang tiap tahun memberi hadiah itu adalah orang tuaku sendiri hahaha 🙂 Itu salah satu kenangan manis yang selalu kuingat saat Natal.

 

kaos kaki natalTradisi jaman dulu, anak-anak menggantungkan kaos kaki besar di atas perapian agar mudah dilihat santa claus yang turun dari cerobong asap. Santa Claus biasanya meletakkan hadiah-hadiah dalam kaos kaki itu, selain di bawah pohon natal. Kalau jaman sekarang, yang tidak punya perapian bisa diletakkan dimana saja, seperti aku dulu yang meletakkannya di bawah tempat tidur 🙂

 

Sedangkan pohon natal, biasanya selalu dipajang di rumah saat bulan Desember datang. Pohon natal yang kami punya, itu yang batang pohonnya bisa dipasang-pasang sampai tersusun menjadi sebuah pohon natal. Jadinya enak, kalau hari natal sudah usai, bisa dicopot lagi dan disimpan dalam kardus. Aku dan kakak-kakakku suka sekali menghias pohon natal, memberi kapas-kapas putih yang diibaratkan salju pada pohon natal itu. Memberi lampu kerlap-kerlip, menggantung hiasan-hiasan di batang pohon dan meletakkan hiasan bintang di ujung atas pohon natal. Setelah itu kami membuat sendiri kandang natal kecil dari kertas-kertas berwarna cokelat kemudian meletakkan patung-patung kecil di situ.

Lampu hias natal yang biasa kami gunakan biasanya model lampu-lampu kecil seperti ini :

 

lampu hias natal1

 

Kalau jaman dulu sih memang nggak terlalu banyak model lampu hias natal. Kalau sekarang sudah banyak ragamnya ya, seperti berbentuk kupu, bintang dan aneka bentuk lainnya.

 

christmas_tree_cool_2012_9Pohon natal megah dengan lampu berbentuk bintang ini terdapat di Washington DC, USA. Cantik banget yaaa ….

 

Dulu kok nggak ada lampu hias natal dengan berbagai bentuk yang imut seperti ini, ya? 🙂

Apapun itu, natal bagiku, tidak sekedar dirayakan dengan hiasan natal yang gemerlap atau pesta yang meriah. Terlebih dari itu adalah makna natal sendiri yang harus dipatri dalam hati, yaitu lahir baru, menjadi pribadi dengan pikiran dan hati yang bersih serta berbagi kasih yang tulus kepada sesama.

Salam damai natal.

 

13 Comments

  1. pungky December 20, 2014
    • Lianny December 25, 2014
  2. Hastira December 21, 2014
    • Lianny December 25, 2014
  3. Idah Ceris December 21, 2014
    • Lianny December 25, 2014
  4. shoulder bag berkualitas December 24, 2014
    • Lianny December 25, 2014
  5. Adi December 26, 2014
    • Lianny December 27, 2014
  6. Indah Nuria Savitri January 1, 2015
    • Lianny January 2, 2015
      • paket meeting di bali January 15, 2015

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.