Personal

Bayang-Bayang Macaroon Love

 

Hai… udah punya buku Macaroon Love karya si Emak Gaoel Winda Krisnadefa belum? Tanggal 26 April lalu di twitter ada kuis Mizan berhadiah buku Macaroon Love. Aku ikutan dan beruntung memenangkan kuis itu. Girang banget, sudah membayangkan seperti apa si Magali ini. Dari pertama memang sudah penasaran sih membaca kicauan si Emak Gaoel di twitter, sebelum buku terbit. Cerpen yang berbalut kuliner ini bikin penasaran saja…

 

Kutunggu buku Macaroon Love sampai di rumah, seminggu, 2 minggu sampai sebulan nggak sampe2 hadeuhh… sudah kumention pihak Mizan, ada masalah di pengiriman katanya. Jadinya aku menunggu lagi… dan akhirnya akhir Juni buku Macaroon Love sampe juga di rumahku *penantian selama 2 bulan he he.. Nggak apa deh, yang penting sampe. Makasih ya Mizan, makasih mak Winda …

 

# Hadiah dari Kuis Mizan #

 

Giliran pertama baca buku itu adalah anak pertamaku yang sudah SMP *Si Emak kalah rebutan sama anaknya. Setelah itu baru aku yang baca. Sempat takjub juga, hanya dalam 2 jam, anakku sudah selesai membacanya. Gantian aku yang baca, ehmm ternyata kalau sudah baca memang nggak bisa lepas dari bukunya sebelum habis *nggak apa2 ah, sekali-kali membiarkan gunungan baju yang mesti disetrika menumpuk ..

 

Cerita ini diakhiri dengan ending yang manis.  Kalimat-kalimat dalam paragraph penutupnya aku suka bangettt. Simak nih …

Ketika udara berkonspirasi dengan kebahagiaan dalam hatimu, tak akan ada yang bisa merenggut kebahagiaan itu. Sebab ia akan masuk melalui saluran napasmu, melewati paru-parumu, menuju jantungmu, lalu menjadi butran-butiran darahmu. Menyatu dalam tubuhmu seutuhnya.

Daann.. ternyata ada Lomba Review Buku Macaroon Love di Kampung Fiksi, karena sudah punya bukunya, bisa ikutan. Eh tapi syaratnya tidak lebih dari 500 kata, padahal menceritakan Magali itu bisa melebar kesana kemari. Jadinya pangkas sana pangkas sini, jadi deh reviewnya. Kalau mau baca, postinganku ini ada di : Review Buku Macaroon Love – Cinta Berjuta Rasa.

 

#Membaca buku Macaroon Love ditemani secangkir teh hangat #

 

Nahh, yang aku heran tuh. Setelah membaca buku Macaroon Love ini, kok rasanya bayang-bayang Magali hadir di sekelilingku. Contohnya nihh… Saat aku mudik ke rumah Ortu, ada kakakku juga disitu pas datang juga. Siang itu lagi nyantai, ngobrol-ngobrol eh pandanganku tertuju pada suatu buku yang ada di dekat kakakku. Kuraih buku itu, ternyata itu buku kumpulan nama-nama bayi. Heran juga, ngapain si kakak beli buku itu ya? Ealah ternyata kakakku mencari-cari nama bayi untuk merk roti jualannya. Hahhh, aku dan anakku saat itu langsung saling pandang, dan senyum-senyum sendiri.  Apalagi kalau bukan membayangkan cerita di buku Macaroon Love. Kok bisa sama ya, dengan cerita si Ammar yang memilih-milih nama bayi juga untuk nama restorannya itu.

 

Cerita yang kedua, saat lagi makan malam, masih bersama kakak. Saat itu sedang makan masakan berkuah *aku lupa apa … Kakakku bilang “Masakannya keasinan..”, dan ditambahkan air putih minumannya ke makanan itu. Trus dia bilang lagi, kalau memang biasa seperti itu kalau makanannya keasinan. Bahkan jika minumannya saat itu bukan air putih, melainkan teh, maka yang dituangkan di makanannya juga teh itu. Waduuh.. sekali lagi, pikiranku langsung melayang ke sosok Magali dengan selera kulinernya yang unik.

 

Dan hari ini, saat aku nulis postingan ini… Di meja makan ada menu soto daging dan empal gepuk. Suamiku makan kuah sotonya saja dicampur sama empal. “Emang enak?” “Ya, enak saja,” kata suamiku. “Memangnya nggak boleh makan campur2 gitu, lha banyak kok sajian diluaran yang aneh2 seperti gado2 campur pecel, pecel campur rawon, soto campur gado2 dan masih banyak lagi sih, dan banyak juga yang suka,” katanya. Nah.. kebayang lagi kan sama sosok Magali inii..

 

Ternyata soal selera makan yang unik itu nggak cuma Magali yang punya. Banyak orang juga punya keunikan seperti itu ya.. Wah emang ternyata si Emak Gaoel ini pasti sudah riset dan pengalamannya di dunia kuliner juga membuatnya menulis buku Macaroon Love bukan asal nulis saja, salut deh.

Ternyata bayang-bayang buku Macaroon Love nggak cuma disini saja, saat aku sedang mengakses Facebook, temanku yang tinggal di Australia mengupload foto anaknya yang sedang makan. Taukah yang sedang dimakannya… yah kue macaroon. Ingat lagi kan sama buku Macaroon Love heu heu..

Dan yang terakhir nih.. saat aku browsing dengan mengetikkan kata kunci “tempat yang wajib dikunjungi di Bali *edisi mau liburan ke sana he he..* ternyata salah satu tempat yang tertera disana adalah :

Tuh kan, si Magali lagiiiii …

 

Aku jadi bingung sendiri, kenapa kok aku diikuti hal-hal yang mengingatkanku dengan buku Macaroon Love ini ya? Entahlah, mungkin kebetulan aja yaa …

Jadi googling Chef Adriano Zumbo dengan Macaroon Towernya * Membayangkan sosok si Ammar .. Dan tentunya jadi pengen makan kue macaroon, yang katanya lembut dan manis itu *bikin ngiler .. siapa mau kirim kue macaroon ke akuuu???

 

Credit

Ok … itu ceritaku seputar bayang-bayang Macaroon Love yang mau kuceritakan juga di review, tapi nggak bisa karena sudah 500 kata he he.. Sekali lagi makasih mak Winda buat bukunya yaa…

 

 

 

16 Comments

  1. Lidya July 23, 2013
    • Lianny July 24, 2013
  2. Ryan July 23, 2013
    • Lianny July 24, 2013
      • Vicky Laurentina July 26, 2013
        • Lianny July 30, 2013
  3. rina susanti July 26, 2013
    • Lianny July 30, 2013
  4. hana July 26, 2013
    • Lianny July 30, 2013
  5. yanuar July 26, 2013
    • Lianny July 30, 2013
  6. Mugniar July 29, 2013
    • Lianny July 30, 2013
  7. Orin July 30, 2013
    • Lianny July 30, 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.