Health Personal

Anak Demam Tinggi Sampai 3 Hari? Waspada Demam Berdarah!

 

Anak demam tinggi sampai 3 hari? Waspada demam berdarah!

 

Senin, 6 Juni 2016

Siang sekitar jam 13.00 setelah berjalan kaki yang cukup menguras tenaga untuk sampai ke Teluk Love di Pantai Payangan Jember (nanti akan kutulis di postingan tersendiri), kami memesan ikan bakar dan es degan untuk mengembalikan tenaga. Saat itu anak cowokku, Michael -sebut saja Mich- terlihat agak pucat, makannya nggak bersemangat sama sekali. Dia mengeluh bagian punggung dan leher bagian belakang pegal-pegal semua. Kukira, dia kelelahan setelah berjalan kaki dan akan pulih kembali setelah beberapa jam beristirahat. Tapi ternyata nggak!

Sore sekitar jam 15.00, dalam perjalanan pulang ke rumah, Mich terlihat begitu lelah, waktu itu aku nggak sengaja nyentuh lengannya, ya ampun badannya panas banget. Akhirnya kami sempetin mampir di minimarket yang ada di pinggir jalan untuk beli obat penurun panas dan langsung meminumkannya. Sampai di rumah, panasnya nggak turun-turun. Malam harinya aku beri satu lagi obat penurun panas, tapi hasilnya tetap sama, panasnya nggak turun.

 

Selasa, 7 Juni 2016

Hari ini, Mich minum obat penurun panas sudah dua kali yaitu pagi dan siang setelah makan. Tetap nggak ada perubahan, panasnya tetep tinggi sekitar 39 derajat. Kadang kaki dan tangannya terasa dingin sekali. Akhirnya malam itu kami memutuskan untuk membawanya ke dokter. Oleh dokter diberi obat penurun panas, vitamin dan antibiotik karena kemungkinan ada infeksi begitu kata dokter.

Kami sudah was-was jangan-jangan Mich terkena demam berdarah atau tifus. Cek darah aja kata dokter, sekarang bisa kok di cek apakah terkena DB atau nggak di hari pertama atau kedua panas, nggak harus menunggu 3 atau 4 hari panas. Test nya lebih sensitif, langsung ketauan deh nanti kalo positif kena DB atau nggak.

Oke lah, malam itu juga kami ke lab untuk cek Anti Dengue Ig G dan Ig M serta Anti Salmonella typhi Ig M sesuai anjuran dokter. Hasil cek membuat kami lega karena semuanya itu hasilnya negatif. Malam itu setelah menerima hasil lab, kami kembali lagi ke dokter menunjukkan hasilnya. Dari hasil lab itu dokter juga mengatakan bahwa demam anak bukan karena DB. Ooh mungkin memang Mich cuma ada infeksi dikit dan minum obat dokter bisa turun panasnya, begitu pikir kami.

 

Rabu, 8 Juni 2016

Sampai malam hari, minum obat dokter nggak ada perubahan. Panasnya tetap tinggi sekitar 39 derajat, kalaupun turun paling-paling hanya sampai 38,5 derajat aja. Ada kekhawatiran, jangan-jangan beneran DB, tapi hasil lab kan menunjukkan negatif. Jadi yah, kami nggak berpikir ke situ lagi. Tapi emang sih di hasil lab tertulis juga Ig G dan Ig M  anti dengue negatif tidak menyingkirkan adanya infeksi demam dengue.

 

Kamis, 9 Juni 2016

Hari ini badan Mich tetep panas, malam hari turun sedikit tapi masih sekitar 38 derajat. Telapak kaki dan tangannya kulihat berwarna agak merah.

 

Jumat 10 Juni 2016

Kami agak lega pagi ini karena panasnya sudah turun lagi 37 derajat, kemudian siang harinya suhu badannya sudah normal kembali, sampai malam hari tetep di 36 derajat. Syukurlah panasnya sudah turun, masih agak pusing dikit, pegal di punggung juga sudah berkurang. Kakinya ada bintik merah tapi nggak banyak, kadang-kadang terasa gatal. Nah kupikir ini efek dari suhu badannya yang turun. Biasanya kalo anak habis panas, kemudian suhu badan turun, badannya ada merah-merahnya juga. Ternyata dugaanku kali ini salah besar!

 

Sabtu, 11 Juni 2016

Hari ini ada pengumuman kelulusan di sekolah, Mich pengin banget datang karena ini hari terakhir bertemu teman-temannya di sekolah. Yah sudah pikirku, nggak apa-apalah datang, badannya sudah nggak panas dan paling nanti juga cuma duduk aja. Ada aku juga kan di sana karena orang tua murid juga diundang datang menemani anaknya.

Jam 09.00 acara dimulai dan berakhir pukul 11.00 dilanjutkan makan bakso gratis dengan penukaran kupon. Kuponnya sih diberi gratis juga kok, tapi mungkin karena tadi kami datang agak telat jadi nggak dapet.

Nah ini Mich sempat naik turun tangga 3 kali cari petugas yang bagi kupon, sudah kularang sih, nggak usah makan bakso, langsung pulang aja. Mana yang antri ambil bakso rame banget, akhirnya kubungkus aja bawa pulang, itupun setelah menunggu setengah jam lebih.

Siang itu kulihat Mich masih lemas, malah keringatnya banyak sekali. Jangan-jangan kecapekan habis naik turun tangga. Di kakinya kok terlihat bintik-bintik merah tambah banyak. Haduuh, jangan-jangan DB nih.

Setelah makan siang kami memutuskan pergi ke lab untuk cek darah lagi, kali ini cek hematologi lengkap yang bisa tau jumlah trombositnya juga. Untuk memastikan apakah emang bener bukan demam berdarah, apalagi esok harinya, hari Minggu, sebenarnya ada widyawisata ke Bali khusus anak-anak kelas 9, dan Mich pengin banget ikut. Tapi melihat kondisinya kok masih lemas begini, mana bisa ikut?

Jam 17.00 sore hasil lab sudah jadi. Dan kami betul-betul kaget, shock berat! Jumlah trombosit Mich sangat jauh di bawah batas bawah normal, jumlah trombositnya hanya 26.000. Ya Tuhan! Langsung saja saat itu juga kami bawa dia rawat inap di RS. Gara-gara hasil lab yang semuanya negatif hari Selasa malam itu, kami agak lalai mencurigai bahwa ini demam berdarah. Mestinya hari kamis kami cek lab lagi, jadi bisa cepat ditangani.

Sekarang, kami hanya ingin Mich tidak sampai pendarahan dan bisa pelan-pelan naik trombositnya. Kami was-was banget, karena banyak denger cerita ada yang trombosit 40.000 sudah tranfusi darah, yang 50.000 sudah pingsan. Jika sudah mengalami pendarahan, ada kemungkinan badan akan menolak infus yang diberikan. Duh, ngeriiiiii banget!

Syukurlah daya tahan tubuh anakku masih tergolong kuat, mengingat jumlah trombosit yang begitu rendah, tidak mengeluh pusing dan mual, hanya sedikit lemas saja. Lega sekali ketika cairan infus bisa masuk ke tubuhnya. Kami hanya berharap trombositnya tidak mengalami penurunan lagi yang bisa menyebabkan pendarahan.

Malam itu tidak ada kunjungan dokter, karena dokter masih ke luar kota dan katanya akan tiba Minggu malam.

Mama mertua membawakan kami sari kurma dan obat Cina Fu Fang yang katanya bisa membantu meningkatkan trombosit. Satu sendok sari kurma dan satu botol Fu Fang kami berikan setelah Mich makan malam.

 

Bintik Merah Demam BerdarahBintik-bintik merah yang muncul di kakinya

 

Minggu, 12 Juni 2016

Sementara teman-temannya widyawisata ke Bali hari ini, Mich harus terbaring di rumah sakit. Aku bisa membayangkan pasti dia sedih dan kecewa banget nggak bisa pergi, selama 3 tahun menabung juga buat biaya ke Bali, uang juga tidak bisa dikembalikan.

Nggak apa-apa ya, Nak. Yang penting kamu sembuh. Nanti kapan-kapan kita ke Bali lagi….

Aku tau, bukan ke Bali nya yang bikin Mich kecewa, karena kami sekeluarga sudah 2 kali ke Bali dan sebagian besar tempat wisata yang akan dikunjungi saat widyawisata ini, dia sudah pernah ke sana.

Kenangan indah, berangkat bersama guru dan teman-temannya itulah, sesuatu yang tak akan bisa diulang lagi. Tapi ya gimana lagi, Tuhan sudah berkehendak. Dan terus terang aku justru bersyukur anakku sakit sebelum dia pergi ke Bali. Entah apa jadinya jika dia akhirnya pergi ke Bali dan sakitnya justru saat dia ada di Bali. Siapa yang akan mengurusnya? Apalagi Mich biasanya nggak mau ngomong kalo sakit, suka ditahan-tahan sendiri. Untuk menyusul pergi ke Bali juga memerlukan waktu lebih dari 6 jam perjalanan.

Jam 04.00 pagi ini Mich di cek darah lagi, hasilnya keluar jam 07.00 pagi.

Tau nggak, saat hendak melihat hasil lab, perutku mendadak mulas dan deg deg an banget, persis deh saat mau sidang skripsi dulu. Takut banget kalo sampe trombositnya mengalami penurunan. Dan hasilnya? Trombosit 35.000. Puji Tuhan, meskipun cuma naik sedikit, tapi trombositnya tidak turun.

Hari ini aku memberikannya beberapa sendok sari kurma dan 3 botol Fu Fang. Dokter ternyata nggak datang malam ini.

 

 

Senin, 13 Juni 2016

Hasil cek darah pagi ini membuat kami lega, trombosit naik agak banyak, meskipun belum sampai batas bawah normal. Trombosit dari 35.000 kemarin naik jadi 93.000. Puji Tuhan!

Pagi ini akhirnya dokter datang juga, Mich diberi obat minum antibiotik, 2 kali sehari ditambah dengan Trolit 2 kali sehari juga. Hari ini tetep kami minumkan beberapa sendok sari kurma dan Fu Fang 3 kali sehari, kami beri jarak sekitar 2 jam an setelah minum obat dokter.

 

Selasa, 14 Juni 2016

Hasil cek darah pagi ini, trombosit sudah 137.000. Syukurlah, sepertinya masa kritis sudah lewat. Aku minta supaya rawat di rumah aja, lebih enak, kasihan juga 2 anakku yang lain nggak ada yang merhatikan. Aku jaga seharian dan tidur di RS nemeni Mich sudah 3 malam 4 hari.

Tapi dokter nggak langsung ngasih izin, dia hendak memastikan dulu dengan cek darah sekali lagi sore nanti, jika memang trombosit tidak turun, kami boleh pulang. Hasilnya trombosit anakku naik menjadi 184.000. Jadi kami boleh pulang malam ini.

 

 

Jumat, 17 Juni 2016

Kami cek lab sekali lagi dan trombosit sudah naik menjadi  400.000. Kondisi Mich juga sudah terlihat segar. Terima kasih, Tuhan.

 

Kejadian ini memberi suatu pelajaran buat kami, bahwa harus selalu waspada jika demam anak tidak turun sampai 3 hari, apalagi sudah minum obat dokter. Juga tidak boleh menggantungkan kepercayaan dengan hasil lab sementara kondisi anak menunjukkan hal-hal yang patut dicurigai.

Dalam kasus kami ini, sebenarnya di awal kami sudah siap mengantisipasi jika anak kena DB dengan segera membawa ke dokter dan cek lab hari Selasa. Dan hanya gara-gara hasil cek negatif, maka kami menganggap benar itu bukan demam berdarah.

Anak demam tinggi sampai 3 hari? Waspada demam berdarah! Demam Berdarah tidak bisa disepelekan, jika terlambat akan sangat berbahaya malah bisa mengakibatkan kematian.

Untung saja hari Sabtu itu, kami memutuskan cek lab lagi, jadi meskipun sudah tergolong telat, bisa cepat kami bawa ke RS. Kami nggak bisa membayangkan jika kami menunda satu hari lagi, mungkin trombosit Mich bisa dibawah 10.000 dan bahkan mungkin juga terjadi pendarahan *duh nggak sanggup membayangkannya. Syukurlah, Tuhan maha baik, anak kami bisa melewati masa kritisnya dan segera pulih kembali.

 

Minuman yang bisa menaikkan trombosit

Dari teman-teman dan keluarga, banyak yang bilang untuk menaikkan trombosit bisa minum jus jambu biji, angkak, Fu Fang, sari kurma, daun jambu. Ada yang bilang juga diberi makan makanan yang berlemak seperti bebek, ayam goreng atau es krim. Aku sendiri tidak mencoba semuanya, cuma sari kurma dan Fu Fang. Oya angkak juga, karena di Trolit yang diberikan dokter, tertulis mengandung angkak 250 mg.

Di rumah sakit, anakku juga mendapat beberapa kali suntikan di infusnya yang kata suster membantu untuk menaikkan trombosit. Aku nggak ngerti juga apa itu.

 

Ini yang sudah aku coba sendiri:

Sari Kurma

Khasiat sari kurma :

  • Memperkuat daya tahan tubuh.
  • Mencegah pengeroposan tulang.
  • Meningkatkan kadar sel darah dan mencegah anemia.
  • Melancarkan buang air besar.
  • Meningkatkan kadar trombosit pada pasien demam berdarah.
  • Mempercepat penyembuhan dari sakit.
  • Nutrisi yang baik untuk ibu hamil dan menyusui.

 

sari kurma

 

Rasa sari kurma ini manis, anjurannya sih bisa diminum sebelum makan.

 

Trolit

Trolit membantu memperbaiki daya tahan tubuh serta membantu mengembalikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang.

 

Trolit

 

Minum Trolit ini sama seperti minum jus jambu biji. Warna serbuknya merah muda dan rasanya juga rasa jambu biji. Jadi buat anak kecil, nggak akan kesulitan deh kalo diminta minum ini, rasanya manis dan enak 🙂

 

Fu Fang Ejiao Jiang

Aku nggak tau pasti, Fu Fang ini boleh nggak diminum berdekatan dengan obat dokter, kalo aku pribadi sih, kasih jarak 2 jam setelah minum obat dokter, baru minum Fu Fang.

Untung aja mama mertua masih ada stok satu box, isi 12 botol kecil. Dulu belinya masih 100 ribuan, sekarang barang sudah jarang didapat, kalaupun ada harganya mahal dijual 500 ribu an. Dan ada yang palsu juga lho. Saudaraku cerita, temennya ada yang konsumsi habis 2 box, trombosit tetep aja nggak naik, akhirnya dia beli Fu Fang di tempat lain, baru minum 2 botol sudah terlihat hasilnya. Oya katanya juga *kata temen-teman sih, jika SGOT SGPT tinggi, nggak boleh minum ini.

 

Fu Fang Ejiao Jiang

 

BPOM No. TI 034 607 701

Obat ini berbentuk cairan warna cokelat dan rasanya manis.

Khasiat dan kegunaan:

  • Menambah darah dan energy pada anemia dengan gejala pusing berkunang-kunang, lemah tidak bertenaga, dan sulit tidur.
  • Membantu mengatasi gangguan siklus haid.
  • Membantu meningkatkan jumlah trombosit pada pasien demam berdarah.
  • Membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan jumlah sel darah putih pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan radiasi.

 

 

Disclaimer: Daya tahan dan kondisi pasien saat demam berdarah tentu tidak sama. Untuk pemberian obat dan konsumsi makanan atau minuman yang katanya bisa menaikkan trombosit, amannya konsultasikan ke dokter dulu, penulis tidak bertanggung jawab jika ada hal-hal lain yang timbul setelah membaca postingan ini. Postingan ini hanya sekedar berbagi pengalaman pribadi yang sudah kami alami sendiri. Terima kasih.

 

*Saat beli obat di apotik, ada brosur tentang demam berdarah. Langsung deh ambil satu, isi dari brosur itu kutulis di bawah ini ya, semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang demam berdarah.

 

Untuk terhindar dari demam berdarah, lakukan PSN 3M Plus sekarang

  1. Menguras

Menguras dan menyikat dinding tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi/WC, drum dan sebagainya minimal seminggu sekali.

2. Menutup

Menutup rapat-rapat penampungan air (gentong air, tempayan, tangka air, drum)

3. Menyingkirkan/ mendaur ulang

Menyingkirkan/mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan

4. Plus cara lainnya:

  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak
  • Mengganti air vas bunga dan minuman burung seminggu sekali.
  • Membuang air pada tampungan air di dispenser
  • Memberikan obat bubuk pembunuh jentik (larvasida) sesuai aturan, di tempat-tempat yang sulit dikuras atau daerah yang sulit air.
  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  • Memasang kawat kasa
  • Tidak menggantung pakaian di dalam maupun di luar kamar.

 

Hal-hal yang mungkin terjadi sebelum tanda dan gejala demam berdarah muncul

Kita perlu curiga demam berdarah jika anak kita mengalami demam tinggi, dengan demam (>39 derajat Celcius) dan setidaknya mengalami dua gejala berikut :

  1. Sakit kepala, termasuk rasa sakit di belakang mata.
  2. Nyeri otot dan sendi.
  3. Muntah atau mual.
  4. Diare.
  5. Ruam atau bintik kemerahan.
  6. Hidung dan gusi berdarah.

 

Jika dokter memperbolehkan untuk perawatan di rumah, bisa dilakukan pemeriksaan rutin setiap hari ke dokter dan perawatan sebagai berikut:

  1. Minta mereka untuk istirahat total
  2. Gunakan kompres hangat jika pasien masih menderita demam tinggi
  3. Berikan banyak cairan kepada mereka
  4. Berikan obat parasetamol untuk demam tinggi.

 

 

obat yang harus dihindari penderita DB

 

Anak-anak yang mengalami demam berdarah yang berat memerlukan pertolongan medis segera dan biasanya harus menjalani rawat inap.

Demam berdarah yang berat adalah kondisi yang berpotensi mengakibatkan komplikasi dan berujung pada kematian sehingga diperlukan perhatian medis dengan segera.

Gejala demam berdarah yang berat biasanya muncul setelah hari ke 3 timbulnya demam.

 

Tanda bahaya demam berdarah

  1. Sakit perut yang hebat
  2. Muntah terus menerus dengan atau tanpa darah
  3. Hidung dan gusi berdarah
  4. Mengantuk, kebingungan,kejang
  5. Susah bernafas
  6. Pucat, tangan atau kaki dingin/berkeringat.

Jika anak menderita satu atau lebih gejala tersebut, segeralah mendapatkan pertolongan medis.

 

Ooops ternyata panjang bener ya curhatku ini, mau kujadikan 2 postingan kok nanggung hahaha. Makasih buat yang sudi membaca postingan ini, semoga nggak ngantuk dan nggak bikin bosan. Sekedar berbagi pengalaman aja, semoga bermanfaat yah.

 

71 Comments

  1. @mirasahid June 20, 2016
    • Lianny June 20, 2016
  2. Ade anita June 20, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  3. Noe June 20, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  4. Gurukecil June 20, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  5. Nur Aliah Saparida June 20, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  6. Maya Siswadi June 20, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  7. Maya Siswadi June 20, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  8. Arina Mabruroh June 20, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  9. Ila Rizky June 21, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  10. hbr online June 21, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  11. eda June 21, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  12. Nurul Fitri Fatkhani June 21, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  13. Ria M Fasha June 21, 2016
    • Lianny June 21, 2016
  14. Fanny fristhika nila June 21, 2016
    • Lianny June 22, 2016
  15. April Hamsa June 21, 2016
    • Lianny June 22, 2016
  16. susindra June 21, 2016
    • Lianny June 22, 2016
  17. BloggerJepara June 21, 2016
    • Lianny June 22, 2016
  18. Widyanti Yuliandari June 22, 2016
    • Lianny June 22, 2016
  19. Khoirur Rohmah June 22, 2016
    • Lianny June 22, 2016
  20. Ophi Ziadah June 22, 2016
    • Lianny June 22, 2016
  21. Prih June 22, 2016
    • Lianny June 23, 2016
  22. gustyanita pratiwi June 22, 2016
    • Lianny June 23, 2016
  23. Rach Alida Bahaweres June 22, 2016
    • Lianny June 23, 2016
  24. indah savitri June 23, 2016
    • Lianny June 23, 2016
  25. Kang Nurul Iman June 24, 2016
    • Lianny June 24, 2016
  26. Lidya July 4, 2016
    • Lianny July 4, 2016
  27. Lina W. Sasmita July 19, 2016
  28. Babang Travengler October 25, 2016
    • Lianny October 26, 2016
  29. Windi Carolina December 1, 2016
    • Lianny December 3, 2016
    • Lianny December 3, 2016
      • marliama December 8, 2016
        • Lianny December 8, 2016
          • marliama December 9, 2016
          • Lianny December 9, 2016
  30. Fuji June 20, 2017
    • Lianny June 20, 2017
      • Elna July 26, 2017
        • Lianny July 26, 2017
  31. dino setyawan June 29, 2017
  32. Irfa Hudaya May 2, 2018
    • Lianny May 3, 2018
  33. Fitria July 5, 2018
    • Lianny July 5, 2018

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.