Aneka Tips

5 Hal Yang Harus diperhatikan Saat Memilih Baju Anak

 

5 hal yang harus diperhatikan saat memilih baju anak

 

“Baju Doraemon ini lucu lho. Warnanya juga cerah, warna biru. Bagus ya?”

“Iya, bagus, Ma.”

“Kamu mau baju ini? Mama belikan ya?”

“Nggak ah.”

“Kok nggak mau, katanya lucu?”

“Memang lucu, tapi aku pinginnya yang gambar Hello Kitty saja.”

Moms, pernah nggak nih, mengalami kejadian seperti ini? Pingin membelikan baju yang menurut kita itu bagus tapi anaknya punya pilihan sendiri. Kalo kita maksa membelikan baju sesuai selera kita itu, ujung-ujungnya malah bajunya nggak pernah dipake sama anak kita hiks.

Pengalamanku sendiri saat aku kecil dulu, sudah kebiasaan sih beli baju pasti dipilihkan oleh Mama. Sesekali ya pilih sesuai seleraku sendiri, tapi itu juga jarang banget. Aku dulu memang nggak kebiasaan minta sesuatu sama Mama, termasuk baju. Tau-tau aja Mama sudah membelikan aku baju, ya mau nggak mau aku tetap pake baju yang sudah dibelikan Mama, kecuali kalo benar-benar nggak suka sama model bajunya. Setelah dewasa dan nikah, ya otomatis beli baju pilihan sendiri dong.

Soal memilihkan baju untuk anak memang gampang-gampang susah. Kalau anak kita masih bayi, otomatis yang memilihkan baju adalah papa atau mamanya. Mau dipakaikan baju model apa saja, anak yang masih bayi biasanya nurut. Tapi bukan berarti nggak bisa nolak lho, indikatornya adalah nangis. Nah jika si kecil nangis dan rewel saat dipakaikan baju, bisa jadi dia merasa nggak nyaman dengan bajunya, mungkin bajunya terlalu tebel padahal hawa sedang panas-panasnya, jadi rewel deh. Tambah gede si anak, anak pasti punya pilihan sendiri saat membeli barang termasuk juga baju. Belum tentu lho model baju dan warna yang menurut kita bagus buat si anak juga bagus. Pilihan si anak juga wajib kita hargai, kan.

Saat anakku masih bayi sampai sekitar umur 2 tahunan, yang memilihkan baju untuk anak-anak adalah aku. Anak-anak mau aja pakai baju yang sudah kupilihkan, nggak pernah protes. Selain baju yang kubelikan, baju-baju yang mereka punya sebagian besar hadiah dari keluarga. Saat mereka ulang tahun, kebanyakan pada ngasih baju. Nah baju-baju itu yang mereka pakai. Jadi irit pengeluaran nih Mamanya hehehe.

Setelah anak-anak berumur 3 tahunan mulai deh mereka punya selera sendiri dalam memilih baju. Apalagi sekarang, anak-anak sudah jadi ABG gini, sudah nggak mau lagi dipilihkan bajunya. Jadi kalau mau beli baju pasti mengajak anak-anak, biar mereka yang pilih warna serta model sesuai selera mereka. Daripada nanti dibelikan malah nggak dipake bajunya, ditumpuk aja di lemari. Mengajak anak-anak saat membeli baju juga menghindari baju kebesaran atau kekecilan. Memang bisa dikira-kira sih ukurannya seberapa, tapi kalau anak diajak kan lebih nyaman jadinya karena baju bisa dicoba di kamar pas, sudah cocok apa belum, sudah pas apa belum.

 

5 Hal yang harus diperhatikan saat memilih baju anak :

 

  1. Bahan

Pilih baju yang bahannya nyaman dipakai untuk anak-anak. Untuk cuaca yang panas, baju dengan bahan yang mudah menyerap keringat seperti katun, bisa jadi pilihan yang baik. Apalagi yang namanya anak kan aktif bergerak, pilihkan baju dengan bahan yang nggak panas, nggak kasar dan nggak bikin iritasi kulit. Sebaliknya kalau musim hujan, kan cuaca sedang dingin, pilih baju dengan bahan yang bisa memberi rasa hangat pada tubuh anak seperti wol.

 

2. Kebutuhan

Baju anak bisa disesuaikan juga sesuai kebutuhan acaranya. Jika baju dipakai untuk di rumah saja atau untuk jalan-jalan ke mall, pilihan baju yang simple seperti kaos sangat cocok untuk aktifitas si kecil. Lain lagi jika membeli baju untuk kebutuhan pesta, tentu baju yang dipilih lebih formal, seperti dress untuk anak perempuan, kemeja dan celana bahan untuk anak laki-laki. Tetapi tentu saja tetap harus diperhatikan lagi poin pertama. Dress untuk anak perempuan carilah yang bahannya tidak gatal dan nyaman dipake. Daripada nanti beli dress dengan harga mahal, eh anak malah rewel nggak mau memakai dress nya karena gerah dan gatal.

 

3. Model dan motif

Model baju sesuaikan juga dengan selera dan keinginan si anak. Mungkin saja si anak lebih suka dengan motif bunga-bunga daripada motif balon. Jangan juga memaksakan membeli baju dengan gambar hello kitty sementara kita tau kesukaan si anak adalah Barbie. Ntar malah rugi kalau si anak nggak mau pake bajunya. Model baju sebaiknya juga disesuaikan dengan umur si anak. Orang tua tetap mengarahkan jika memang pilihan anak tidak sesuai dengan usia si anak.

 

4. Warna

Warna baju untuk anak bisa dipilih warna yang cerah dan ceria. Warna cerah memberi kesan dinamis, bisa membangkitkan semangat dan energy positif juga lho. Pilih warna baju sesuai dengan kesukaan si anak juga tentunya. Tapi sebaiknya, kenalkan anak dengan banyak warna, tidak hanya satu warna saja. Biarkan si anak mengenal dan belajar berbagai macam warna.

 

5. Ukuran

Untuk ukuran baju, akan sangat nyaman bagi anak memakai baju yang pas dengan ukuran badannya, jadi tidak kekecilan dan tidak kebesaran. Mungkin banyak orang tua yang memilihkan baju sedikit longgar untuk anak, karena pemikirannya, anak kan cepat besar, sebentar saja baju yang dibeli bisa nggak muat lagi. Bisa juga sih memang dipilihkan baju dengan ukuran sedikit longgar, tapi ya jangan terlalu besar sekali dong ntar malah si anak kurang leluasa bergerak dan merasa tidak nyaman.

 

Salah seorang teman blogger, Astin Astanti, pernah cerita dalam postingan di blognya tentang memilih warna pakain untuk Faiz. Dia selalu memilih warna merah untuk baju Faiz dari bayi hingga balita. Karena sering dipilihkan baju warna merah akhirnya Faiz cenderung memilih satu warna saja yaitu warna merah saat memilih baju dan barang lainnya. Tapi sekarang Astin sudah mengenalkan semua warna pada Faiz. Hhhm… betul juga ya, alangkah baiknya jika anak tidak hanya mengenal satu warna saja, tapi semua warna apalagi anak sedang dalam proses belajar dan berkembang.

Aku memang suka warna biru, tapi untuk memilihkan baju anak tentu saja nggak harus warna biru. Anak-anakku juga seperti itu, tentu ada satu warna favorit mereka, tapi warna baju tetap bermacam-macam. Misalnya saja warna baju merah sudah banyak, di kesempatan lain saat membeli baju, mereka akan pilih warna baju lainnya yang belum mereka punya misalnya kuning, putih atau biru. Biar lengkap, semua warna baju ada, kata mereka hihihi 😀

 

24 Comments

  1. Silviana Noerita February 14, 2016
    • Lianny February 15, 2016
  2. indra February 14, 2016
    • Lianny February 15, 2016
  3. Latree February 15, 2016
    • Lianny February 15, 2016
  4. Fita Chakra February 15, 2016
    • Lianny February 15, 2016
  5. Gustyanita Pratiwi February 15, 2016
    • Lianny February 15, 2016
  6. Dwi Puspita February 16, 2016
    • Lianny February 17, 2016
  7. Astin Astanti February 16, 2016
    • Lianny February 16, 2016
  8. Hidayah Sulistyowati February 16, 2016
    • Lianny February 17, 2016
  9. Indah Nuria Savitri February 17, 2016
    • Lianny February 18, 2016
  10. Berita Hari Ini February 20, 2016
    • Lianny February 22, 2016
  11. cputriarty February 22, 2016
    • Lianny February 22, 2016
  12. Lidya February 22, 2016
    • Lianny February 22, 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.